Wow Kuesioner Ekspresif UNY Mobile dan LPM: Keberatan mahasiswa terhadap UKT tidak layak untuk dijawab

NanjombangNews – Kuesioner Ekspresif UNY Mobile dan LPM: Keberatan mahasiswa terhadap UKT tidak layak untuk dijawab

expressionline.com–Pada tanggal 21 Desember 2022 – 2 Januari 2023, tim survey gabungan dari UNY Moved bekerjasama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ekspresi melakukan survey kesesuaian biaya Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa S1 dan D4 UNY. Survei ini bertujuan untuk menampung kekhawatiran mahasiswa terhadap UKT di UNY.

Survei dilakukan dengan partisipasi perwakilan dari masing-masing angkatan (2017-2022), tujuh perguruan tinggi di UNY (FE, FIK, FBS, FMIPA, FIS, FIP, dan FT), dan semua jalur masuk utama ke UNY (SNMPTN, SBMPTN RPL Kemendikbud, kolaborasi, jalur mandiri).

Sebanyak 1.045 mahasiswa mengisi survei online yang diserahkan melalui Google Form dari total mahasiswa S1 dan S2 di UNY. Diketahui, jumlah mahasiswa aktif S1 dan S2 di UNY pada tahun 2022 sebanyak 26.263 mahasiswa. Mengingat banyaknya responden yang mengisi kuesioner, tim survei menggunakan rumus Slovin sebagai metode penghitungan sampel. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa margin of error adalah 3,1% dari seluruh responden.

Sumber: bit.ly/KAJIANUKTUNY
Sumber: bit.ly/KAJIANUKTUNY

Mayoritas siswa keberatan dan sistemnya tidak memadai

Dari seluruh responden, sebanyak 97,80% atau sebanyak 1020 mahasiswa UNY merasa keberatan dengan besarnya UKT yang diambil. Hanya 2,20% responden yang menilai besaran yang diterima dalam UKT sesuai dengan keadaan ekonomi mereka.

Data menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa yang menyatakan keberatan dengan besaran UKT masuk melalui jalur mandiri. Rata-rata mereka mendapat UKT kelompok empat sampai tujuh.

Sumber: bit.ly/KAJIANUKTUNY
Sumber: bit.ly/KAJIANUKTUNY
Sumber: bit.ly/KAJIANUKTUNY

Sedangkan ketentuan mengenai standar satuan biaya operasional perguruan tinggi di negara bagian diatur dalam Permendikbud No. 25 Tahun 2020. Salah satunya pada Pasal 7 Ayat 5 yang berisi tentang penetapan kelompok ukuran UKT mahasiswa dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi.

Selanjutnya, bagan ukuran UKT juga disusun dalam Pasal 9 Ayat 4 yang berbunyi: “Dalam hal mahasiswa, orang tua mahasiswa atau pihak lain yang membiayai mahasiswa menghadapi penurunan kemampuan ekonomi, antara lain karena sifat dan/atau Non- bencana alam, mahasiswa dapat mengajukan: (a) bantuan UKT sementara; (b) pengurangan UKT; (c) perubahan kelompok UKT, dan; (d) pelunasan UKT secara mencicil.”

Sementara itu, dalam Surat Edaran (SE) Presiden UNY No. 1/SE/2023 tentang “Ketentuan Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Hingga Semester 2022/2023 Universitas Negeri Yogyakarta” Skema dan persyaratannya berbeda-beda.

Skema pengajuan perubahan kelompok UKT di SE hanya memiliki tiga persyaratan. Diantaranya adalah orang tua atau wali membayar uang sekolah, menempuh pendidikan diploma atau perguruan tinggi, dan melamar sekali saat menjadi mahasiswa. Artinya, UNY sebagai perguruan tinggi negeri tidak mengakomodir penetapan skema penawaran UKT karena keterpurukan ekonomi, menurut Mendikbud tersebut di atas.

Pengiriman yang sulit, siswa mengeluh

Proses pengajuan penyesuaian UKT di UNY nampaknya sangat sulit. Dari 719 mahasiswa yang disurvei yang mengupayakan penyesuaian UKT, 559 belum mendapatkan jodoh, sesuai dengan kemampuan ekonominya. Namun, dalam sejumlah pengaduan tertulis, banyak yang mengeluhkan sistematika prosedur permohonan yang terkesan rumit.

AF (inisial), mahasiswi Fakultas Pendidikan dan Psikologi (FIPP) menyampaikan keluhannya dalam angket. Dia mengeluh, “Sekarang mereka mencari nafkah [dan membiayai pendidikan] Ibuku hanya karena ayahku meninggal saat SMA. Menurut saya, UKT saya tidak bisa dibandingkan dengan penghasilan orang tua saya. Ibu saya bekerja sebagai guru honorer. Saya merasa seperti beban bagi orang tua saya. Semester lalu saya juga melakukan penyesuaian pada UK tetapi universitas tidak mengurangi UK.”

Sumber: bit.ly/KAJIANUKTUNY

Menurut survey yang diperoleh, 50 mahasiswa dari seluruh peserta yang orang tuanya telah meninggal dunia, yang setengahnya mengajukan UKT modifikasi, tidak mendapatkan hasil yang nyata. Ini jelas tidak sebanding dengan penerapan SE yang dirilis penasihat pada 5 Januari.

Sertifikat ini diungkapkan oleh BP (inisial), mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dalam kuesioner. Ia mengatakan, alasan memperkenalkan modulasi UKT karena ayahnya yang sudah meninggal malah menerima paket UKT IV. Ia menilai besaran UKT yang diberikan tidak sepadan dengan kemampuan ekonominya.

BP juga menulis, “Makan [masa] Pembayaran UKT Orang tua biasanya meminjam ke kerabat untuk menambah uang UKT. Selain status orang tua yang tidak lengkap [ayah meninggal dunia] Ibu-ibu lainnya adalah karyawan di sektor swasta.

Selain kondisi di atas, ada juga keluhan karena jumlah UKT yang tidak proporsional. Pengaruh ini mencakup keputusan pasca-kasus yang diambil responden untuk menghadapi masa depan studi mereka.

Dari data yang terkumpul, sebanyak 160 mahasiswa sedang mempertimbangkan untuk cuti kuliah pada semester depan. Alasan terbesarnya adalah kondisi ekonomi yang tidak sepadan dengan besaran UKT yang diperoleh.

Selebihnya, bagi mahasiswa yang tidak berpikir untuk mengambil cuti, mereka perlu melakukan upaya ekstra untuk dapat membayar biaya UKT. Dengan survei yang disusun, 50,05% responden harus bekerja paruh waktu untuk membayar biaya UKT. Kemudian 24,11% memilih berutang untuk mengisi kekurangan pendanaan. Sebanyak 12,82% dari mereka harus rela menjual aset atau barang berharga untuk melanjutkan studi.

Sumber: bit.ly/KAJIANUKTUNY

Selain itu, ada juga mahasiswa FIPP angkatan 2017 yang merupakan eks mahasiswa Bidkmesse yang sudah mendapatkan UKT dalam kelompok tidak seimbang. Ketika haknya untuk menawar penugasannya dicabut, dia terkejut karena dikenakan UKT kelas tiga, yang meningkat hampir lima kali lipat dari biaya awal (2,4 juta). Ia juga mengatakan bahwa bagian keuangan kampusnya dijalankan secara mandiri karena orang tuanya harus menafkahi adiknya yang masih sekolah.

“Sejak semester lalu saya sangat terkejut bahwa saya [nominal] UKT meningkat hampir 5 kali lipat, sementara keuangan saya menurun. Aku sedang bekerja [untuk dapat membayar UKT] Tapi Tuhan berkehendak lain. Dia sudah tidak bisa bekerja selama kurang lebih 8 bulan karena kondisi nenek saya yang kritis.”

Ayah saya adalah Muammar Zekri

Editor: Anisa Vetriana

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …