Masyarakat memainkan peran besar dalam mengadakan pemilu damai

NanjombangNews – Masyarakat memainkan peran besar dalam mengadakan pemilu damai

Masyarakat memainkan peran besar dalam mengadakan pemilu damai

  • 20 Januari 2023
  • 21:10 Sedikit
  • Nasional

  • Sedang membaca: 1144 pengunjung

Ilustrasi dan foto / Sumber: Google

Ditulis oleh: Jano Farid Kaiser) *

Pemilihan umum (pemilu) akan dilaksanakan pada tahun 2024, namun harus dipersiapkan dari sekarang agar berjalan dengan baik nantinya. Masyarakat berperan besar dalam penyelenggaraan pemilu yang damai dan mendukung pemerintah, KPU dan semua pihak lainnya. Kedamaian harus dijaga agar pemilu dapat berlangsung lancar tanpa huru-hara bahkan pertumpahan darah.

Pemilu merupakan peristiwa besar yang berlangsung setiap 5 tahun sekali dan masyarakat sangat menantikannya karena ingin mencalonkan pemimpin baru. Sejak era reformasi, warga negara Indonesia dibebaskan untuk memilih calon presidennya sendiri, tidak seperti dulu memilih partai dan calon. Pemilu merupakan peristiwa yang seru karena hasilnya bisa melebihi ekspektasi.

Meski belum ada calon presiden yang diputuskan, pemilu harus dipersiapkan agar tidak ada kesalahan atau kecurangan dalam prosesnya. Kedamaian juga harus dijaga karena masa kampanye calon presiden (calon presiden) bisa menghebatkan hawa nafsu dan membuat situasi memanas. Oleh karena itu, publik harus mengingat bahwa pemilu, dan sebelumnya, dilakukan secara damai.

Politisi Surya Balu mengatakan, seluruh elemen masyarakat wajib mengawal pemilu dan menjaga ketentraman. Acara ini membutuhkan perhatian semua orang. Selain menjaga ketentraman, masyarakat harus antusias dan partisipatif dalam pemilu 2024. Jangan cuek dan golput (golongan putih), alias tidak menggunakan haknya untuk memilih capres dan caleg.

Dan Surya Ballu melanjutkan, masyarakat, tokoh agama dan elite politik harus berperan agar tidak ada sisa-sisa elektoral yang menimbulkan permusuhan dan kebencian serta merugikan negara. Jika elit politik berdamai dan bersilaturahmi, masyarakat akan mengikuti.

Dalam artian, masyarakat bisa berperan besar dalam menciptakan pemilu yang damai. Pemilu merupakan ajang untuk memilih pemimpin dan calon legislasi baru. Jangan jadikan sebagai tempat perang atau permusuhan yang ganas karena Anda sangat mendukung partai politik atau calon presiden tertentu.

Jika bercermin dari Pemilu 2014 dan 2019, permusuhan terjadi di dunia maya dan situasi begitu memanas sehingga muncul gelar-gelar buruk dari kedua kubu pendukung calon presiden saat itu. Jangan sampai hal ini terjadi lagi karena masyarakat harus dewasa dan meninggalkan permusuhan. Pemilu harus jujur ​​(adil dan adil) dan mendukung perdamaian di Indonesia.

Permusuhan harus dihapuskan karena dapat digunakan oleh agitator dan individu yang ingin mengambil keuntungan dari kesulitan. Jangan sampai terjadi kekacauan sosial karena ulah mereka. Oleh karena itu, masyarakat harus berperan besar dalam menyelenggarakan pemilu damai, agar tidak terjadi kerusuhan yang berujung pada pertengkaran dan dapat menimbulkan luka-luka.

Untuk mensukseskan Pemilu 2024 diperlukan komitmen dari berbagai pihak karena KPU tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan masyarakat, kementerian, dan aparat keamanan agar pemilu dapat berlangsung lancar dan damai. Jika pemilu berjalan lancar akan menguntungkan karena tidak ada drama curang bahkan tragedi memilukan yang mengiringi prosesi pemilu 2024.

Sementara itu, politisi Noureddine Khaled menyatakan bahwa tidak ada satu pun elit politik yang mempertimbangkan untuk tidak menyelenggarakan pemilu yang damai dan bermartabat. Solidaritas dan komunikasi antar politisi sangat penting.

Dalam artian, para politisi juga bertekad menggelar pemilu damai karena ingin melindungi Indonesia dari risiko kerusuhan pasca pemilu. Pemilu adalah peristiwa besar dan keamanan serta ketentraman harus dijaga, Pemilu akan menentukan masa depan bangsa. Perdamaian harus dijaga oleh politisi dan elemen lainnya.

Publik akan mengikuti jejak para politisi untuk menjaga pemilu tetap damai. Anda bisa melakukannya dengan menjaga diri sendiri, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, dan tidak mengambil posisi yang mencurigakan atau menyerang pihak lain. Jangan sampai media sosial memanas saat dan setelah pemilu karena fanatisme berlebihan terhadap calon presiden atau calon legislatif tertentu.

Intoleransi yang berlebihan berujung pada cinta buta, dan ini tidak baik dan tidak sehat bagi kondisi psikologis masyarakat, baik pendukung calon presiden maupun lainnya. Bercinta boleh saja, tapi jangan sampai menuduh calon presiden lain melakukan hal buruk atau mencongkel kesalahannya. Masyarakat perlu diingatkan untuk menjaga perdamaian, bukan untuk mengobarkan permusuhan.

Masyarakat harus diingatkan untuk menjaga perdamaian sebelum dan sesudah pemilu, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Jangan hanya berpura-pura bahwa dunia maya itu “adil” lalu ada yang menghujat capres lain sesukanya. Pasalnya, ia bisa kena ITE karena statusnya di media sosial dan dicap sebagai provokator oleh netizen lainnya.

Pemilu harus adil dan tidak memihak serta menjaga perdamaian. Masyarakat diminta untuk tetap damai dan mengurangi konflik, meskipun mereka mendukung calon presiden atau partai politik yang berbeda. Kedamaian harus dijaga karena jika tidak maka akan menimbulkan permusuhan dan dampak negatif. Kerusuhan besar dan banyak korban bisa terjadi jika semua orang lalai menjaga perdamaian sebelum dan selama pemilu.

) * Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …