Mengukur fleksibilitas pasar modal

NanjombangNews – Mengukur fleksibilitas pasar modal

JAKARTA – Sepanjang tahun 2022, pasar modal Indonesia masih bisa mencatatkan pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global. Kinerja positif ini diharapkan dapat berlanjut di tahun ini.

Direktur Investasi Schroders Irwanti memperkirakan tahun 2023 tetap menjadi tahun yang kuat bagi Indonesia, meski tidak secerah tahun 2022. Menurutnya, sektor perbankan dan konsumer menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan.

Ia menambahkan, “Sektor perbankan ditopang oleh peningkatan pertumbuhan kredit, sedangkan sektor konsumer ditopang pemulihan margin dari harga-harga. barang lunak kata Irwante, Rabu (18/1).

Di sisi lain, sektor teknologi akan tetap berada di bawah tekanan karena tingkat suku bunga yang tinggi berdampak negatif bagi sektor tersebut. Namun, adanya sinyal dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), untuk memangkas inflasi dan suku bunga akan menjadi sentimen positif bagi sektor tersebut.

“Namun, kami perkirakan pelonggaran kebijakan moneter dapat dilakukan secepatnya pada akhir tahun 2023,” katanya.

Menurut Irwante, kinerja pasar saham juga mendapat dukungan dari investor lokal. Investor lokal telah memegang banyak uang tunai sejak paruh kedua tahun 2022 yang memberi mereka banyak amunisi untuk mendukung pasar modal di tahun 2023.

Irwante yakin pasar saham Indonesia juga akan tetap menarik bagi investor asing. Hal ini mendukung harga komoditas yang diperkirakan tetap tinggi meskipun akan sedikit menurun. Selama setahun terakhir, investor asing telah mendukung pasar saham Indonesia melalui mengalir Total Rp 61 triliun.

“Selain itu, Indonesia berada di jalur pemulihan pascapandemi, sehingga pendapatan perusahaan dan pertumbuhan PDB akan tetap tangguh.”

Pasar saham Indonesia akan terus menarik bagi investor asing.

Namun, ada sejumlah risiko terhadap pasar saham memasuki tahun 2023. Pertama, jika inflasi tinggi menurunkan daya beli lebih dari yang diperkirakan. Namun, Irwante menilai inflasi lebih jinak dari perkiraan, bahkan setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kedua, penurunan harga komoditas yang tajam dapat menimbulkan risiko terhadap pasar saham dan mata uang di Indonesia. Namun, musim dingin di Eropa dan ketegangan geopolitik akan membuat harga komoditas semakin turun secara bertahap.

Ketiga, memperbaiki lanskap politik dan makro China, termasuk menciptakan kebijakan yang menarik kembali uang asing ke China. Saat ini, investor global tampaknya memiliki pandangan beragam tentang China karena perkembangan terakhir di negara tersebut dalam satu tahun terakhir.

Risiko selanjutnya adalah pemulihan di pasar AS, termasuk pembalikan kebijakan yang dapat mendorong kembali uang asing ke AS. Kelima, katanya, mungkin ada gejolak yang datang dari lanskap politik menjelang pemilihan presiden 2024.

Sementara itu, di pasar obligasi, Head of fixed income Schroders Indonesia Soft Hartawan menilai tekanan pasar obligasi pada 2023 tidak akan seburuk tahun lalu. Lebih banyak sinyal dari bank sentral menjadi lebih banyak merpati Ini akan menjadi katalis untuk pasar obligasi.

Di dalam negeri, pemerintah berencana untuk menurunkan defisit fiskal menjadi kurang dari 3 persen pada akhir tahun 2023. “Kami yakin hal ini akan membawa lebih banyak sentimen positif ke pasar obligasi pada tahun 2023,” ujar Soft.

Selain itu, dengan pertumbuhan pendapatan pemerintah yang kuat tahun lalu, Soft memperkirakan jumlah obligasi yang dibutuhkan akan berkurang pada tahun 2023. Hal ini akan membantu mendukung harga obligasi.

Menurut Sofat, pasar obligasi akan tetap tenang pada paruh pertama 2023 dengan berlanjutnya tekanan inflasi dan risiko kenaikan suku bunga. Salah satu potensi risikonya adalah melambatnya permintaan dari bank umum karena bank sudah memiliki posisi yang tinggi di obligasi pemerintah dan adanya kenaikan suku bunga deposito bank. Baca selengkapnya’;

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …