Mantap Resesi 2023, masyarakat diingatkan tentang rencana pelonggaran fiskal

NanjombangNews – Resesi 2023, masyarakat diingatkan tentang rencana pelonggaran fiskal

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan bahaya resesi 2023 dalam Rapat Koordinasi Nasional (RAKURNAS) Kepala Daerah dan Forkopimda se-Indonesia di SICC Bogor, Selasa (17/1). Pasalnya, 47 negara telah meminta bantuan Dana Moneter Internasional untuk menyelamatkan mereka.

Presiden Jokowi meminta seluruh kepala daerah, pemangku kepentingan, dan kepala desa untuk bekerja sama menekan inflasi agar Indonesia aman dari resesi ekonomi. Di sisi lain, masyarakat diharuskan memiliki rencana bantuan keuangan untuk menghadapi situasi terburuk yang mungkin terjadi.

“Banyak orang belum memiliki perlindungan atau keringanan finansial. Padahal mereka tahu risiko resesi, bagaimana jika mereka pensiun atau meninggal. Apakah dana sudah siap untuk masa depan keluarga atau anak-anak mereka?”

Ancaman resesi, kata dia, tidak hanya datang tahun ini, tetapi juga sering bergema di tahun-tahun sebelumnya. Jadi apapun keadaannya, kita harus tetap optimis, tapi hidup juga harus terencana.”

Dan dia menilai sangat penting menyiapkan proteksi finansial di tengah ancaman resesi di tahun 2023, yang dikatakan pemerintah.

Dengan memiliki perlindungan finansial, diharapkan mereka tidak terbebani oleh anak cucu jika terjadi sesuatu di kemudian hari. “Kematian atau penyakit tidak pernah mengetuk pintu. Kapan pun itu, lebih baik Anda menyiapkan dana yang cukup untuk menghadapi kondisi apa pun. Jangan biarkan anak-anak membebani orang tua mereka dengan apa yang disebut sandwich generation.”

Sementara itu, Director and CEO Manulife Indonesia Ryan Charland menambahkan, kita tidak perlu terlalu khawatir dengan resesi di tahun 2023. Pasalnya, fundamental ekonomi kuat sehingga dirinya optimistis Indonesia bisa melalui semua itu, ujarnya. mengatakan, “Buktinya perekonomian Indonesia tahun lalu berhasil tumbuh di atas 5 persen.

Untuk itu, pihaknya berani meluncurkan MiProsper Assurance for Pension (MiPassion). Apalagi, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, hanya 3,18%, terdiri dari asuransi jiwa 1,19% dan asuransi umum 0,47%. Sementara itu, survei menyebutkan 83 persen masyarakat Indonesia membutuhkan asuransi. “Artinya masih banyak peluang,” jelasnya.

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …