Festival Naga Pontianak, Cap Gu Meh dihadiri oleh Eric Thuhir – Suarapemredkalbar.com

NanjombangNews – Festival Naga Pontianak, Cap Gu Meh dihadiri oleh Eric Thuhir – Suarapemredkalbar.com

Pontianak, SB Upacara Cap Go Meh di Pontianak telah menjadi hotspot wisata budaya yang ditunggu-tunggu banyak wisatawan. Wisatawan diharapkan semakin bersemangat melihat Cap Go Meh di Pontianak tahun ini.

Mengingat dalam dua tahun terakhir, perayaan Cap Go Meh sempat dibatalkan akibat pandemi Covid-19. Panitia Perayaan Cap Go Meh Pontianak terus melengkapi berbagai langkah persiapan untuk mensukseskan perayaan tahunan nanti.

Hendry Pangestu Lim yang didapuk memimpin Panitia Cap Go Meh Kota Pontianak meyakinkan, upacara tersebut akan sangat menarik untuk disaksikan masyarakat dan wisatawan. Pasalnya, akan ada 26 replika naga yang akan meliuk-liuk menampilkan ciri-ciri atraktifnya di sepanjang jalan Kota Pontianak.

ujar Hendry Pangestu Lim saat berkunjung ke suara penyunting, Kamis (19/1).

Ditambahkannya, atraksi Naga di Pontianak akan dimulai pada 3 Februari mendatang. Naga akan menjalani ritual menakjubkan di Kuil Kwan Tai Pyo. Selanjutnya komodo akan datang dan tampil di berbagai tempat di Pontianak.

Hendry menjelaskan, 5 Februari merupakan puncak perayaan Cap Go Meh, dimana parade replika naga akan berlangsung dari Jalan Patimura, Gajah Mada dan berakhir di Jalan Budi Karya. Sepanjang jalan akan ada panggung tribut yang disiapkan oleh panitia. Diantaranya adalah Holy Devotional Foundation dan Harris Hotel.

“Menteri BUMN Pak Eric Thuhir rencananya akan menghadiri upacara Cap Go Meh di Pontianak,” jelasnya.

Hendry mengatakan, selain siang hari, atraksi komodo di Pontianak juga akan digelar pada malam hari. Naga-naga berkilau akan menerobos jalan-jalan di Pontianak. Brilliant Dragon akan melintasi Jalan Patimura dan Gajah Mada lalu finis di Jalan Bodhi Kariya.

“Pada malam tanggal 5 Februari akan ada atraksi naga bersinar yang sangat menarik untuk disaksikan,” kata Hendry.

Ia melanjutkan, “Kami panitia berupaya semaksimal mungkin agar Cap Go Meh di Pontianak semakin seru.”

Menjunjung tinggi nilai toleransi

Hendry mengungkapkan daya tarik naga saat Cap Go Meh juga menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan saling menghormati antar sesama. Panitia menetapkan aturan yang harus dipatuhi oleh para pemain tarian naga dan barongsai.

Salah satu aturannya mengharuskan para pemain Dragon and Lion Dance berhenti menampilkan kharismanya saat adzan berkumandang.

Ia menegaskan bahwa “setiap peserta atau rombongan tarian naga dan barongsai yang mengikuti pawai dan atraksi wisata harus menghentikan atraksinya pada saat adzan (panggilan adzan)”.

Kemudian para peserta juga tidak diperkenankan membawa atau memakai atribut partai politik (Parpol) atau caleg.

“Acara Cap Go Meh merupakan festival budaya dimana setiap peserta atau kelompok tarian naga dan barongsai yang mengikuti pawai dan atraksi tidak diperkenankan membawa atau

Mengenakan atribut partai politik dan kandidat yang bersifat politik.

Hendry menambahkan untuk memperingati Imlek dan perayaan Cap Go Meh, juga dipasang 5.000 lampion di sepanjang Jalan Pontianak. Lentera dipasang mulai dari simpang Jalan Gajah Mada dan Diponegoro hingga simpang Jalan Gajah Mada yang sudah berpengalaman.

Selain lampion, panitia juga memasang replika kelinci di pertigaan jalan Gajah Mada-Diponegoro. Kelinci sepanjang dua meter itu akan menambah kemeriahan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Pontianak.

Ia berharap lampion dan dekorasi spesial Imlek yang dikemas dapat menghibur penonton, serta dapat mendatangkan wisatawan sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian.

Menyediakan 65 platform memasak

Di tempat yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pontianak yang juga Panitia Cap Go Meh Pontianak, Didi Supridy menambahkan, perayaan Cap Go Meh 2023 kali ini akan disambut dengan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dan wisatawan. Pasalnya, Cap Go Meh 2023 merupakan yang pertama sejak dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

“Ini pertama kali setelah pandemi Covid-19, saya yakin antusiasmenya akan luar biasa,” jelas Didi.

Tidak hanya perayaan Cap Go Meh di Pontianak yang diisi dengan atraksi dragon dan barongsai, katanya. Namun ada juga festival memasak yang akan dimulai pada tanggal 30 Januari. Akan ada 65 paviliun memasak yang berbeda di sepanjang Jalan Diponegoro.

Ia berharap perayaan Cap Go Meh di Pontianak menjadi agenda pemerintah pusat, sehingga perayaan Cap Go Meh di Pontianak semakin meningkat ke depannya. Sehingga pengaruh ekonomi masyarakat juga akan dapat berkembang pesat. Ia menutup dengan mengatakan, “Kami juga ingin acara ini bisa sampai ke pentas nasional.”

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Suara editorHarry Ardianto Daya mengaku mendukung perayaan Cap Go Meh yang akan digelar di Pontianak. Menurutnya, banyak masyarakat Pontianak yang menunggu perayaan ini, setelah sempat dibatalkan karena pandemi COVID-19.

“Salah satu festival budaya di Pontianak tentunya sudah ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Ada banyak perayaan budaya di Pontianak sesuai dengan keragaman suku yang ada di Pontianak, dan tentunya kami mendukung perayaan yang akan diadakan nanti.”

Hari juga berharap perayaan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dengan meningkatkan UMKM di Pontianak khususnya, termasuk kemajuan sektor pariwisata di Pontianak.

“Kami berharap masyarakat Kalbar, di luar wilayah Kalbar, maupun wisatawan mancanegara dapat menikmati Festival Kap Go Mi. Tentunya kita ingin ini menjadi agenda nasional setiap tahunnya.”

Dukung komunitas Wako Harapan

Menjelang perayaan Imlek 2574 dan Cap Go Meh, diharapkan kunjungan tamu dan wisatawan dari dalam dan luar negeri ke Pontianak akan meningkat, untuk tujuan berkunjung ke Pontianak dan pindah ke Singkawang.

Wali Kota Pontianak Eddie Rosdy Kamtono mengungkapkan, masyarakat yang merayakan Imlek dan Cap Go Meh di Pontianak atau yang berkunjung ke Singkawang pasti melewati Pontianak. Ia berharap kegiatan ini berdampak pada perekonomian di kota ini.

“Tentu ini menjadi angin segar bagi perekonomian di Pontianak, khususnya sektor usaha kecil menengah dan ekonomi kreatif. Para tamu pasti akan berbelanja, menikmati makanan lezat dan membeli oleh-oleh di Pontianak,” ujarnya usai menghadiri multi -rapat koordinasi sektoral. (rakor) Hari Keamanan Imlek 2574 dan Cap Go Meh di Pendopo Mapolres Pontianak, Kamis (19/1).

Selain di Singkawang, perayaan Imlek dan perayaan Cap Go Meh juga digelar di Pontianak yang diselenggarakan oleh komunitas Tionghoa, seperti festival memasak di Jalan Diponegoro, prosesi barongsai naga dan kegiatan budaya lainnya.

Oleh karena itu, ia berharap mendapat dukungan dari seluruh masyarakat untuk membuat pengunjung betah berada di Pontianak.

“Mari sama-sama menjaga keamanan Pontianak, agar siapapun yang berkunjung ke Pontianak dapat merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Untuk kelancaran perayaan Imlek, Polres Pontianak menggelar rapat koordinasi lintas sektor pengamanan Imlek 2574 dan Cap Go Meh. Rapat koordinasi lintas sektor ini dalam rangka persiapan perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

“Dengan adanya rakor ini, diharapkan perayaan Imlek dan Cap Go Mi di Kota Pontianak dapat berjalan dengan lancar,” ujar Eddie.

Ia menambahkan koordinasi telah dilakukan terkait pelaksanaan, titik kritis, dan arus lalu lintas. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh diharapkan dapat menarik minat warga dan wisatawan untuk datang ke Pontianak.

“Kebersihan juga harus dijaga, jangan sampai ada kegiatan yang membuat Kota Pontianak kotor,” ujarnya.

Dorongan untuk memperkenalkan Pontianak kepada dunia

Anggota DPRD Pontianak Yandi mengungkapkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2023 menjadi pendorong untuk memperkenalkan Pontianak kepada dunia, dan Pontianak siap melangkah dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Ia mendorong lembaga, komunitas, asosiasi dan lainnya untuk berpartisipasi dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Pontianak. Dengan tujuan memberikan tontonan dan hiburan bagi masyarakat Pontianak maupun dari luar negeri.

“Sudah dua tahun kami melaksanakan kegiatan seperti ini karena pandemi COVID-19. Jadi tahun ini dorongan untuk recovery,” kata Yandi.

Ia melanjutkan, “Inilah dorongan yang kita miliki untuk mengenalkan kota Pontianak kepada dunia yang kita besarkan, maka tentunya kita harus mendukungnya.”

Yandi menambahkan dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Pontianak akan berdampak pada perputaran ekonomi. Selain itu, Pontianak sebagai kota perdagangan dan jasa berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Ketika banyak orang datang, mereka harus mengeluarkan uang untuk keperluan seperti belanja, menginap di hostel atau hotel, makan makanan, dan lain-lain agar ada perputaran ekonomi,” ujarnya. (Dinar)

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …