Catatan Kamis pagi: Rizwan Kamel (RK) pindah ke Golkar. Berkat atau bencana?

NanjombangNews – Catatan Kamis pagi: Rizwan Kamel (RK) pindah ke Golkar. Berkat atau bencana?

Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arab dan Koordinator Persatu/IST Indonesia

Ditulis oleh: Muslim Arab, Direktur Gerakan Perubahan

Baca Ceritanya Pagi Ini: Rizwan Kamel Masuk Golkar. Aku terkejut. Saya menduga. Apakah Ridwan Kamel juga seperti Rohut Setumbol?

di zaman Eropa. Rohot di Golkar. Di era SBY, dia mencalonkan diri dari Demokrat. Ruhut kini bergabung dengan PDIP.

Ketika Anda ingin menjadi walikota. Gubernur Jawa Barat. Bahkan melalui partai Gerindra. Setelah menjadi walikota Bandung. Bergerak di bidang Haji Jawa Barat. Lompat ke Nasdem. Setelah menjadi gubernur dan menjelang pemilihan presiden 2024, Rizwan Kamel terjun ke Golkar.

Saya heran dengan perilaku politik seperti ini. Partai hanyalah batu loncatan untuk kekuasaan. Dia mengubah kesetiaan kepada partai yang memberinya kekuasaan.

Saya hanya bertanya. Apakah ini partai politik kita. Partai politik hanya penghasil kutu? Ketidaksetiaan terhadap ideologi partai. Hanya setia pada kepentingan dan setia pada kekuasaan. Hanya di zaman Eropa. Orang yang menjadi kutu memiliki perasaan malu dan malu. Selama ini yang diperhatikan publik: Ruhut yang bertingkah seperti bolak-balik. Dan kini Ridwan Kamel menjadi pengikut Rohut Setumbol.

Hanya untuk kekuasaan. Panggung hanyalah alat. setelah kekuasaan. Partai yang membesarkannya diasingkan. Saya tidak mengerti etika politik seperti Radwan Kamel.

Partai yang membuatnya berkuasa dibuang seperti sampah. Tidak ada ideologi partai, yang ada ideologi kekuasaan. Sulit memahami Force Hunters seperti ini?

Gubernur Jabar saat ini terjun ke partai Golkar. sebelum pemilihan presiden. Golkar menerima nama belakang Kang Emil sebagai temannya.

Rizwan Kamel yang bukan kader Golkar langsung jadi cawapres partai? Benarkah tidak ada kader di Golkar yang bekerja keras membesarkan Golkar selama ini?

Jangan khawatir tentang situasi politik yang sama sekali tidak pasti ini. Setelah Golkar. Rizwan Kamel bisa merebut posisi Ketua Umum Golkar dan Erlanga yang saat ini menjabat Ketua Umum Golkar akan dipecat.

Bisa jadi setelah Golkar. RK akan keluar dari Golkar dan Golkar seperti yang dia lakukan dengan Gerindra dan Nasdem?

Tidakkah penonton menghargai trik politik RK? Golkar kok mau menyerap RK? Seperti pengalaman pahit Gerendra dan Nasdeem?

Ini bisa menjadi spekulasi politik dan kekuasaan. Ada pemain politik patriotik yang dekat dan berada di pusat kekuasaan. Bermain game ini dan menjadikan Rizwan Kamel bonekanya dan akan memimpin Golkar seperti ini?

Jadi kehadiran Rizwan Kamel akan menjadi berkah bagi Golkar atau malah menjadi petaka bagi Golkar dan pimpinan umum? Karena bisa saja Golkar hanya menjadi alat politik bagi Rizwan Kamel untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden karena ambisi dan hasrat politiknya. Seperti yang terjadi pada Gerendra dan Nasdeem. Kapan Anda ingin mencalonkan diri sebagai walikota Bandung dan gubernur Jawa Barat?

Depok, 19 Januari 2023

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …