AHY mencontohkan SBY dan Sjachroedin ZP, warna politik yang berbeda tidak mengurangi persahabatan

NanjombangNews – AHY mencontohkan SBY dan Sjachroedin ZP, warna politik yang berbeda tidak mengurangi persahabatan

86 – Setelah terbang dari Jakarta selama 50 menit, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan istrinya Anisa Bohan Yudhoyono tiba di Bandar Lampung pada Selasa (17/1) siang. AHY dan rombongan langsung mengunjungi kediaman Gubernur Lampung periode 2004-2014, Sjachroedin ZP, di Jl Kacapiring, Pakiskawat, Bandar Lampung. AHY berkunjung ke rumah mantan Duta Besar Kroasia yang juga Ketua DPP Lampung Sai dalam rangka bertemu dengan jajaran Direksi DPP Sai Lampung dan tokoh masyarakat lainnya.

Memasuki ruang acara, AHY tampak terkejut saat disambut dengan berjalan seperti di lapangan seremonial. Tak hanya itu, AHY juga terharu setelah diperlihatkan video kenangan antara keluarga Sjachroedin dan keluarga Yudhoyono.

“Saya sangat terharu dengan penyambutan dan acara yang luar biasa ini. Menyambut unjuk rasa apalagi menonton video yang sudah ditentukan sebelumnya. Saya ceritakan ke Annisa tadi, kalau ngomongin Pak Sjachroedin, saya selalu ingat apa yang Pak SBY sampaikan. Buck Sjachroedin adalah contoh yang sangat baik. Beda platform, warna baju beda, warna politik tapi tidak mengurangi silahturahmi. Saling menghargai, saling dukung bukan hanya di mulut tapi di hati. Kita sama-sama percaya jika kita bersatu untuk tujuan yang besar, kita ingin membangun negeri ini bersama, tidak ada yang bisa menghalangi itu.” Lanjut AHY disambut tepuk tangan para undangan lainnya.

Sementara itu, Direktur Utama DPP Lampung Sai Rycko Menoza yang merupakan putra Sjachroedin dalam sambutannya mengatakan, meski berbeda pendapat, SBY dan Sjachroedin bersinergi, khususnya dalam pembangunan Lampung. Beberapa kebijakan yang dicapai yaitu pembangunan Kampus Itera yang merupakan inisiatif SBY yang ingin membuat kampus berbasis teknologi di luar pulau Jawa. Kemudian Bandara Tawfik Kimas didirikan di pantai barat untuk memudahkan akses transportasi.

“Kontribusi Pak SP untuk Lampung sangat besar,” kata mantan Gubernur Lampung Selatan itu. Rico juga mengatakan lagi, meski berbeda warna politik, hubungan persahabatan harus tetap dijaga. “Sebagai anak Sjachroedin dan AHY sebagai anak SBY, sudah selayaknya melanjutkan silaturahim orang tuanya,” kata Rico.

Di akhir acara, AHY diberikan cinderamata oleh keluarga besar Lampung Sai berupa bingkai foto kenangan saat SBY dan keluarganya berkunjung ke Kroasia.

Sementara itu, Sjachroedin ZP dalam sambutannya menegaskan bahwa perbedaan warna bendera adalah hal yang wajar. Warna merah, kuning, putih, biru dan hitam sudah biasa, yang perlu dipertahankan adalah kesatuan yang saat ini mulai menghilang.

“Persatuan ini yang harus terus kita jaga. Saya bilang ke Pak SBY cukup jendral, mari kita biarkan anak-anak kita. Untuk Agus seperti Pak SBY, pasti sangat sulit, tapi tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang tidak mungkin. Tidak mungkin. Pengalaman Juga cukup, saya yakin pasti ada jalan dengan banyak dukungan. Terima kasih Agus, salam hormat untuk Pak SBY,” pungkas Sjachroedin ZP.

Lampung Sai adalah sebuah organisasi sosial yang berdiri sejak tahun 1969. Sai sendiri berarti satu, kesatuan, tanpa membedakan ras, agama, suku dan perbedaan lainnya.

Anggota DPR RI, Toko Rifki Harsia, Zulkifli Anwar dan Marwan Shek Asan, hadir dalam pertemuan tersebut. Kemudian Bupati Waikanan Raden Adipati Surya, Presiden Demokrat Lampung Eddie Irawan dan pejabat lainnya. (DNA/CSA)

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …