Wow Perangkat strategis APBN menjaga momentum pemulihan ekonomi 2022

NanjombangNews – Perangkat strategis APBN menjaga momentum pemulihan ekonomi 2022

Kegiatan Impor dan Ekspor (Buletin Kementerian Keuangan)

Jakarta. niaga. Asia Menteri Keuangan (Minkiw) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 menjadi alat yang sangat strategis untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi di saat dunia menghadapi kondisi yang sangat fluktuatif. Harga yang tinggi dan fluktuatif menyebabkan tingkat inflasi yang tinggi di banyak negara. Hal ini kemudian menurunkan daya beli masyarakat dan suku bunga di semua negara direspon dengan meroket.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani Indrawati, dalam keterangan pers bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (16/01/2023), di Kantor Presiden, Jakarta, usai mengikuti rapat paripurna Dewan Menteri yang diketuai Menteri Luar Negeri RI. Presiden Joko Widodo. (Jokowi).

“APBN 2022 merupakan faktor stabilitas dan perlindungan masyarakat dan perekonomian dari goncangan tersebut. Pertama, inflasi di Indonesia masih relatif rendah yang disampaikan oleh Menko. Hal ini karena kita berhasil menjaga stabilitas harga pangan, sehingga kita berkontribusi terhadap inflasi yang relatif rendah,” ujarnya, Menkeu.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai pulih dan momentumnya semakin menguat di triwulan ketiga. Pada triwulan IV, Menkeu memperkirakan perekonomian nasional akan terus tumbuh sekitar 5 persen sehingga pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tumbuh sekitar 5,2 persen hingga 5,3 persen.

“Investasi juga pulih, ekspor kita tetap tinggi dan impor kita juga pulih untuk mendukung industri manufaktur,” ujarnya.

Dari pemulihan ekonomi tersebut, Sri Mulyani melihat semua sektor sudah pulih, termasuk yang terpukul selama pandemi COVID-19, seperti transportasi, akomodasi, makanan dan minuman.

Di tingkat daerah, pemulihan ekonomi terjadi di semua daerah. Sumatera tumbuh 4,71%, Kalimantan 5,67%, Sulawesi 8,24%, Maluku 7,51%, Bali dan Nusa Tenggara 6,69%, Jawa 5,76%.

“Ini menunjukkan bahwa semua pemulihan meliputi semua pulau, semua wilayah dan semua sektor. Ini telah mengurangi pengangguran dari 7,1 persen menjadi 5,9 persen, dan kemiskinan dari 10,2 persen menjadi 9,5 persen,” kata Menkeu.

Selain itu, Menkeu menjelaskan bahwa APBN tahun 2022 mendorong pemulihan ekonomi semakin kuat dan stabil. Belanja pemerintah tumbuh 10,9 persen menjadi Rp 3.090,7 triliun, sedangkan penerimaan negara tumbuh 30,5 persen menjadi Rp 2.626,4 triliun.

Sri Mulyani mengatakan dengan pemulihan ekonomi, penerimaan pajak juga meningkat. Pada tahun 2022, pajak korporasi atau korporasi tumbuh sebesar 71,7 persen, yang menunjukkan dunia usaha, dan sektor korporasi relatif pulih sejak dihantam pandemi dengan pajak turun 37,9 persen. Pajak yang dibayarkan oleh karyawan juga meningkat sebesar 14,6%. Sementara itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga tumbuh sebesar 24,6 persen, rebound kuat dari kontraksi 15,3 persen di awal pandemi.

Ia menambahkan, “Kami melihat dengan kenaikan pajak serta bea dan cukai, kami membayar dari sisi ekspor dan impor, karena pertumbuhannya mencapai 23,3 persen dalam bentuk bea masuk dan bea ekspor. Sedangkan penerimaan dalam bentuk bukan pajak dan bukan pajak juga melonjak 28 persen, terkait dengan sumber daya alam.” , tetapi juga di sisi penerimaan BLU, pemulihan kegiatan masyarakat, dan pendapatan BUMN kami.”

Sumber : Humas Sekretariat Kabinet | Editor: Saud Rosady

Anda mungkin juga menyukai:

tag: Anggaran negarakeuanganEkonomi

Kesalahan: Konten dilindungi!!

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …