Wow Kisah Mahasiswa NYU yang Bersusah payah Bayar Biaya UKT, Korban Lain yang Angkat Bicara: Betapa Sulitnya Akses Pendidikan

NanjombangNews – Kisah Mahasiswa NYU yang Bersusah payah Bayar Biaya UKT, Korban Lain yang Angkat Bicara: Betapa Sulitnya Akses Pendidikan

Yogyakarta, KOMPAS.TV – Rombongan mahasiswa yang terdiri dari berbagai organisasi dan jamaah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), UNY Mobile menggelar Forum Kesaksian Korban UKT di salah satu kedai kopi di Yogyakarta, Senin (16/1/2023).

Forum ini merupakan tindak lanjut dari kisah mahasiswa baru NYU, RNF yang viral di media sosial.

Mahasiswa Sejarah UNY Rachmad Ganta Semendawai mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki UNY Mobile, ada 97 persen mahasiswa yang mengaku kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Baca juga: Kekhawatiran Kematian Mahasiswa NYU Terkait UKT dan Politisi PSI: Harusnya Bebas Biaya Kuliah

“Dari UNY Mobile, sudah ribuan mahasiswa yang menyampaikan laporan terkait UKT. Hingga 97 persen mahasiswa menyatakan UKT yang mereka terima tidak sesuai dengan UKT yang diharapkan,” jelas Ganta, Senin.

Angka tersebut diperoleh dari hasil survei yang dilakukan UNY Pindah bersama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ekspresi UNY sejak 21 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023. Dari 1.045 responden, 1.020 merasa keberatan dengan UKT yang telah diberikan.

Ganta melanjutkan dari survei tersebut, terlihat bahwa “korban” kontradiksi UKT tidak hanya satu orang, melainkan beberapa orang. Kelompok yang mendapat UKT tinggi terpaksa menjual asetnya untuk biaya kuliah.

“Korbannya tidak hanya satu, mereka menjual sapinya dan menjual rumahnya selama bertahun-tahun, dan datang ke direktorat untuk meminta pengurangan, dan malah dihina,” katanya.

Baca Juga: Rektor UNY Tanggapi Viral Mahasiswa Gagal Bayar UKT Hingga Meninggal, Ingin Ambil Anak Asuh Jika Belajar

Forum tersebut juga memperkenalkan banyak korban yang memberikan kesaksian dan cerita mereka ketika mereka kesulitan membayar biaya UKT.

Salah seorang korban yang berasal dari keluarga miskin mengaku telah mendapatkan UKT dengan nilai nominal Rp 4,2 juta. Menurut kesaksiannya, orang tuanya bekerja serabutan setiap hari, ayahnya membuka Angringan dan ibunya bekerja di pabrik.

Pandemi Covid-19 melanda, membuat keluarganya kesulitan mendapatkan uang untuk membayar UKT.

Salah satu korban mengatakan, “Saya menerima Rp 4,2 juta, yang menurut saya sangat tinggi. Melihat ekonomi keluarga saya, saya pikir pendidikan tidak murah lagi, dan tidak seperti yang saya bayangkan pada awalnya.”

“Meski sulit untuk mendapatkan pendidikan,” lanjutnya.

Baca Juga: Kisah Sedih Mahasiswa UNY dari Keluarga Miskin: Tak Mampu Bayar UKT, Meninggal Saat Perjuangan Kuliah

Siswa lain juga mengalami hal yang sama. Ada yang terpaksa cuti kuliah karena tidak mampu membayar tagihan kampus, bahkan ada yang memutuskan untuk drop out kuliah.

Forum ini ditutup dengan menerbangkan layang-layang sebagai simbol dimulainya gerakan baru terkait tuntutan amandemen UKT, Revolusi Layang-Layang.

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …