Soal Capres PDI Perjuangan, ini jawaban Puan Maharani

NanjombangNews – Soal Capres PDI Perjuangan, ini jawaban Puan Maharani

Merayakan HUT ke-50 PDI Perjuangan tidak serta merta membuat Presiden PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri grasa-grusu mengumumkan capres yang akan dicalonkan pada Pilpres 2024 mendatang. Meski belum mengumumkan capresnya, Puan Maharani diyakini akan secara otomatis menerima tongkat estafet untuk memimpin partai yang lebih besar ini. Namun, Puan dengan tegas membantahnya.

Sebagai Ketua DPP PDIP-Perjuangan Bidang Politik sekaligus putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani pun mengaku penasaran dengan calon presiden pilihan Megawati. Meski nama calon presiden sudah dibocorkan, Puan Maharani mengaku belum mengetahui nama yang dikantongi Megawati. Demikian disampaikan Pawan Maharani dalam podcast bersama Rosiana Silalai, Kamis (12/1).

Kata Puan saat Rosie menanyakan siapa sosok perempuan yang selalu disebut-sebut dalam pidato Megawati di perayaan HUT ke-50 PDIP.

Meski mengaku belum mengetahui calon presiden pilihan Megawati, Puan menilai nomor yang dipilih Ketua Umum DPP tersebut adalah yang terbaik untuk bangsa dan partai.

Bouan, yang juga presiden DRC, membantah opini publik bahwa dia akan menerima tongkat estafet kepemimpinan partai. Puan mengatakan Megawati mengutamakan rasionalitas dalam mengambil keputusan.

“Ini bukan soal anak, ini soal bagaimana membesarkan seorang pemimpin untuk bangsa dan negara. Apa, siapa, dan bagaimana, Mbak Megha harus punya pertimbangan sendiri. Bukan berarti harus begitu. Puan Maharani.”

Sebagai kader PDIP dan juga putri dari Kajen PDIP, Puan Maharani membantah bahwa semua tugas dan jabatan yang diembannya saat ini merupakan permintaan darinya, namun penugasan Kajen didasarkan pada berbagai pertimbangan.

“Ini bukan hanya soal anak, tapi soal kader yang dimilikinya dan dianggap mampu untuk diangkat ke posisi tertentu,” kata Puan.

Reporter: Di manakah lokasi Melyana?

Merayakan HUT ke-50 PDI Perjuangan tidak serta merta membuat Presiden PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri grasa-grusu mengumumkan capres yang akan dicalonkan pada Pilpres 2024 mendatang. Meski belum mengumumkan capresnya, Puan Maharani diyakini akan secara otomatis menerima tongkat estafet untuk memimpin partai yang lebih besar ini. Namun, Puan dengan tegas membantahnya.

Sebagai Ketua DPP PDIP-Perjuangan Bidang Politik sekaligus putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani pun mengaku penasaran dengan calon presiden pilihan Megawati. Meski nama calon presiden sudah dibocorkan, Puan Maharani mengaku belum mengetahui nama yang dikantongi Megawati. Demikian disampaikan Pawan Maharani dalam podcast bersama Rosiana Silalai, Kamis (12/1).

Kata Puan saat Rosie menanyakan siapa sosok perempuan yang selalu disebut-sebut dalam pidato Megawati di perayaan HUT ke-50 PDIP.

Meski mengaku belum mengetahui calon presiden pilihan Megawati, Puan menilai nomor yang dipilih Ketua Umum DPP tersebut adalah yang terbaik untuk bangsa dan partai.

Bouan, yang juga presiden DRC, membantah opini publik bahwa dia akan menerima tongkat estafet kepemimpinan partai. Puan mengatakan Megawati mengutamakan rasionalitas dalam mengambil keputusan.

“Ini bukan soal anak, ini soal bagaimana membesarkan seorang pemimpin untuk bangsa dan negara. Apa, siapa, dan bagaimana, Mbak Megha harus punya pertimbangan sendiri. Bukan berarti harus begitu. Puan Maharani.”

Sebagai kader PDIP dan juga putri dari Kajen PDIP, Puan Maharani membantah bahwa semua tugas dan jabatan yang diembannya saat ini merupakan permintaan darinya, namun penugasan Kajen didasarkan pada berbagai pertimbangan.

“Ini bukan hanya soal anak, tapi soal kader yang dimilikinya dan dianggap mampu untuk diangkat ke posisi tertentu,” kata Puan.

Reporter: Di manakah lokasi Melyana?

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …