Pengamat menyoroti strategi Bahlil menggenjot investasi melalui penyulingan dan pemasaran

NanjombangNews – Pengamat menyoroti strategi Bahlil menggenjot investasi melalui penyulingan dan pemasaran

JawaPos.com – Menteri Penanaman Modal/Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan komitmen pemerintah terhadap industri manufaktur merupakan salah satu bentuk transformasi ekonomi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memajukan investasi dan memberikan manfaat serta nilai tambah bagi berbagai lapisan masyarakat.

Pengamat kebijakan publik Yusuf Pili Dusiwoda mengatakan, strategi pembangunan industri hilir Bahlil sangat tepat, karena melalui kebijakan tersebut Indonesia bisa menjadi negara maju, bukan sekadar negara berkembang.

Menurutnya, kebijakan ini harus dilihat secara luas, karena pelarangan ekspor bahan mentah bisa membuat Indonesia menjadi negara yang kuat di kawasan ASEAN.

“Memastikan kepentingan lokal dalam negeri diperhatikan dalam mewujudkan sektor kegiatan ekonomi, inilah saat yang tepat untuk membangun kembali strategi industri hilir yang didukung oleh investasi dengan persentase yang tinggi, untuk kesejahteraan masyarakat yang lebih merata (menyeluruh) dengan upaya nilai tambah ini.” 1).

Menurut Yosef Bailey, kebijakan ini merupakan proses transformasi nilai tambah ekonomi dari negara berkembang menjadi negara maju. Sebagai negara dengan sebaran pulau terbesar, sumber daya alam (SDA) yang cukup, bonus demografi produktif sebesar 69% dengan jumlah penduduk relatif sedikit, dan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia berpotensi menjadi negara maju.

“Kemampuan Indonesia menjadi negara maju tercermin dari pertumbuhan ekonomi nasional yang rata-rata mencapai 5%, kontribusi Indonesia terhadap PDB di kawasan Asia Tenggara relatif besar dibandingkan negara lain, yaitu sebesar 35,3%. relatif stabil dalam beberapa dekade terakhir pada level 4%.

Selain itu, kata Youssef, dukungan rakyat sangat dibutuhkan karena sangat mempengaruhi stabilitas politik. Selain itu, pemerintah perlu membangun kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan manufaktur yang dicapai dan berdampak positif langsung bagi masyarakat.

“Yang penting mandiri dalam ekonomi, dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki bangsa ini dengan sebaik-baiknya, sehingga kehidupan bangsa Indonesia tidak bergantung pada asing,” ujarnya.

Oleh karena itu, melalui kebijakan pemerintah untuk melakukan hilirisasi sangat sesuai dengan resiko terjadinya resesi ekonomi di banyak negara besar di dunia. Dan dengan operasi hilir, investasi pasti akan meningkat tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Ia menjelaskan, “Kebijakan pemerintah untuk melakukan perampingan industri dan pelarangan ekspor bahan mentah merupakan kebijakan yang tepat, di tengah perkembangan ekonomi global yang dinamis dan menantang akhir-akhir ini.”

“Hal ini menunjukkan bahwa resesi global berdampak pada perlambatan investasi, perdagangan dan produktivitas ekonomi serta mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Yusuf Beli mengakui adanya persaingan ekonomi antar negara yang menghambat Indonesia untuk maju, namun koneksi global dan politik bebas aktif tidak bisa tanpa kesetaraan yang seharusnya menjadi prinsip bagi Indonesia, dan negara lain tidak dapat mengaturnya.

Negara lain harus menghormati keputusan kebijakan Indonesia. Dalam upaya mendorong pertumbuhan investasi yang berdampak pada perekonomian nasional dengan pembinaan industri. Diharapkan ke depan Indonesia menjadi negara industri, khususnya di bidang baterai mobil listrik yang terbuat dari nikel dan sebagainya,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Penanaman Modal/Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil mengatakan kepada Hadalia bahwa pemurnian industri yang merupakan bentuk transformasi ekonomi di Indonesia bertujuan untuk memberikan manfaat dan nilai tambah bagi berbagai lapisan masyarakat.

“Pemurnian dan Pemasaran tidak hanya untuk kepentingan investor investor tetapi juga kerjasama dengan pengusaha daerah dan UMKM.” [usaha mikro, kecil, dan menengah] di kawasan untuk tumbuh bersama.”

Menteri Bahlil menegaskan, sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), pemerintah akan tetap melanjutkan kebijakan hilirisasi meski menghadapi tantangan, salah satunya berupa gugatan UE yang diajukan ke WTO. (WTO).

“Kebijakan ini, meskipun kami mendapat tekanan dari sana-sini, akan tetap kami pertahankan. Siapa pun yang mengganggu kami harus tetap melanjutkan, termasuk dengan Organisasi Perdagangan Dunia,” katanya.

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …