Mantap Tol ini memiliki depo garam (GGRM) yang siap dibangun pada 2023

NanjombangNews – Tol ini memiliki depo garam (GGRM) yang siap dibangun pada 2023

NanjombangNews, Jakarta – PT Gudang Garam Tbk. GGRM telah memulai pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung yang akan mulai dibangun tahun ini.

Menurut laporan dari situs Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah diumumkan bahwa Gudang Garam berhak mengikuti tender pengusahaan jalan Kediri-Tulungagung.

Proyek tersebut merupakan kelanjutan dari Tol Kertosono – Kediri. Proyek ini juga dianggap sebagai proyek strategis nasional sesuai dengan Keputusan Presiden No. Undang-Undang Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Pangalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoargo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semero, serta Kawasan Selengkar Willis dan Lintas Selatan.

Jalan Tol Kediri-Tulungagung direncanakan sebagai bagian dari Sistem Jalan Tol Trans-Jawa dan akan terhubung dengan ruas Jalan Ngawi-Kertosono-Kediri.

Konsesi Jalan Tol Kediri-Tulungagung akan dilaksanakan dengan skema Public Private Partnership (PPP) dengan skema Build, Use and Handover (BOT) dengan masa konsesi selama 50 tahun.

Berdasarkan prakiraan BPJT, volume lalu lintas harian di Jalan Tol Kediri-Tulungagung dapat mencapai 10.421 kendaraan pada tahun 2023, 27.335 kendaraan pada tahun 2033, 56.069 kendaraan pada tahun 2043, 96.840 kendaraan pada tahun 2053, dan 112.535 kendaraan pada tahun 2063, dan 117.229 kendaraan pada tahun 2073.

Untuk membangun jalan ini, Gudang Garam membutuhkan investasi sebesar Rp 10,25 triliun tanpa dukungan pemerintah yang dijadwalkan mulai kuartal II 2023.

Tol Kediri-Tulungagung memiliki panjang 44,51 kilometer dengan batas kecepatan 100 kilometer per jam. Lintasan akan memiliki lebar 3,6m, lebar bahu dalam 1,5m, lebar bahu luar 3,0m dan lebar rata-rata 2,5m dengan jumlah awal lajur 2 x 2 dan jumlah awal lajur 2 x 2 lajur.

Terletak di Jalan Tol Kediri-Tulungagung tingkat pengembalian internal (IRR) 18,58 persen dengan nilai bersih sekarang (Net Present Value) Rp 1,09 triliun.

Jalan tol tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan aksesibilitas jaringan jalan lintas pantai selatan sehingga kebutuhan perjalanan dari wilayah selatan provinsi Jawa Timur dapat terpenuhi.

Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung diharapkan dapat mendukung aksesibilitas antar kawasan yang dilalui sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi, pariwisata, dan industri.

Rencana pembangunan jalan tol tersebut masuk dalam program percepatan pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Timur dan mendukung proyek strategis nasional Bandara Duho Kediri.


Lihat berita dan artikel kami yang lain di berita Google

Tonton video unggulan di bawah ini:

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …