Megawati Marah Ada berita HUT PDIP unjuk kekuatan di depan Jokowi

NanjombangNews – Megawati Marah Ada berita HUT PDIP unjuk kekuatan di depan Jokowi

Nan Jombang News – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIPMegawati Soekarnoputri berulang kali menyebut profesionalisme media di Indonesia. Megawati menekankan perlunya melihat media yang profesional berdasarkan pemberitaan terkait HUT ke-50 PDIP.

Menurut dia, media keberatan dengan perayaan yang seolah-olah PDI-P sedang memamerkan keperkasaannya di depan Presiden Joko Widodo.

kata Megawati saat membuka acara renovasi dan revitalisasi Grand Inna Bali Beach, mengutip keterangannya, Senin (16/1).

Megawati mengaku kesal karena demi klik sering dibuat media buletin Penindasan yang menarik dan menarik

“Saya suka diganggu, dan saya punya kesempatan untuk berbicara dengan wartawan. Di Bali, hati-hati, tidak ada yang membela saya. Ibu Mega bukan agitator, Ibu Mega tidak santai. Ini terbuka, adil. Jangan mudah menyebarkan (berita), Kami diintimidasi secara diam-diam.”

2 dari 3 halaman

Megawati meminta wartawan melek politik dan mengingat DPP adalah partai besar. “Sudah saatnya saya katakan (saya ingin unjuk kekuatan). Tolong wartawan juga paham politik kan? Partai politik saya kan sudah terbesar di Indonesia, jadi bagaimana? Jangan bolak-balik, karena kita semua bekerja keras,” lanjutnya.

Ia pun mencontohkan kerja keras yang dilakukan, seperti bagaimana membuat Bali merah di Pilkada 2024. Jadi, bukan sekedar klaim, tapi hanya menunjukkan kerja keras yang dilakukan PDIP.

Megawati menjelaskan, “Nanti 2024 kita ambil Bali full, bisa. Kita bisa. Kadang jurnalis tidak mengolok-olok orang, bagusnya bekerja sama. Saya tidak pernah kompromi. Tenang saja, bekerja saja.” .

Megawati mengatakan dia tidak ingin pujian dari media. Ia berharap, karya jurnalistik dilakukan sesuai dengan etika, dan berwawasan luas.

3 dari 3 halaman

Misalnya, menurut dia, sebelum menilai Megawati, dia menilai wartawan harus melakukan penelitian dan analisis mendalam terhadap dirinya terlebih dahulu. Bagaimana, misalnya, Megawati menarik Indonesia keluar dari ancaman krisis ekonomi global?

“Kemarin saya berpidato sombong. Meskipun CNBC, pengamat ekonomi politik, bertanya apakah mereka ingin memberikan penghargaan, mereka bertanya kepada saya mengapa saya mendapatkan penghargaan ini? Saya tidak ingin disukai seperti itu. Mereka berkata, ‘ Kita kan aneh, kita pemerhati kebijakan ekonomi’ Di luar negeri, kok ibu Megawati jarang dibicarakan karena dia yang menyelesaikan masalah krisis.” Jangan selalu membatasi pernyataan saya, tapi malah mengintimidasi.

Koresponden: Delphia

Sumber: Liputan6.com

(MDK/ECO)

Topik terkait

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …