Wow Indonesia akan menjadi tuan rumah World Hydropower Conference 2023

NanjombangNews – Indonesia akan menjadi tuan rumah World Hydropower Conference 2023

JawaPos.com – Indonesia didaulat menjadi tuan rumah World Hydropower Conference (WHC) 2023 yang akan diselenggarakan di Bali pada bulan Oktober. Hal itu disampaikan Menteri ESDM Arefin Sarrif di sela-sela pertemuan International Renewable Energy Agency (IRENA) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sabtu waktu setempat.

Konferensi ini merupakan kegiatan utama bagi para pembuat keputusan di dalam dan di luar industri tenaga air untuk membantu memastikan keamanan energi dan mencapai emisi bersih global. Ini (Kongres) akan menyajikan pernyataan kebijakan tingkat tinggi, rekomendasi, dan komitmen yang berdampak pada pertumbuhan global yang berkelanjutan dari tenaga air.” di antaraMinggu (15/1).

Konferensi WHC, Arifin, membahas upaya mempromosikan energi terbarukan dan pengembangan industri masa depan melalui tenaga air, menangani masalah lingkungan dan sosial, serta membangun ketahanan iklim untuk menghadapi kekeringan dan banjir. “Hasil konferensi ini akan dipresentasikan pada Konferensi Para Pihak berikutnya,” katanya.

Dengan menjadi tuan rumah WHC, selain dapat mengangkat profil Indonesia di kancah internasional, juga menjadi langkah promosi bagi investor untuk pembangunan PLTA yang berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia Emisi nol bersih dan menempatkan Indonesia pada posisi terdepan dalam memajukan tenaga air yang berkelanjutan untuk menghapus batubara.

Pada kesempatan yang sama, CEO IHA Eddie Rich mengungkapkan latar belakang IHA yang menempatkan Indonesia sebagai prioritas utama menjadi tuan rumah konferensi tersebut.

“Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan dan komitmen yang kuat terhadap transisi energi berkelanjutan, termasuk rencana untuk menggunakan potensi besar tenaga air dan sumber energi terbarukan lainnya untuk memajukan pembangunan ekonominya,” katanya.

WHC merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh IHA setiap dua tahun sekali. Tahun ini, WHC akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2023 dengan tema Fostering Sustainable Growth.

“Acara ini dimaksudkan untuk dihadiri oleh para kepala negara, CEO, investor, pemimpin masyarakat sipil, lembaga keuangan internasional, dan media global, dari 100 negara,” kata Menteri Arifeen.

Sementara itu, Eddy menegaskan pemilihan tema konferensi tersebut sejalan dengan tema “Roadmap Sektor Energi Menuju Net Zero Emissions”.

Ia mengatakan, “Kami memilih topik mempromosikan pertumbuhan yang berkelanjutan karena kami membutuhkan kalimat sederhana dan kuat yang tetap diingat siapa pun bahwa tenaga air adalah salah satu pilar utama penyediaan energi berkelanjutan untuk pertumbuhan.”

WHC telah diselenggarakan delapan kali sejak tahun 2007 yaitu Turki (2007), Islandia (2009), Brasil (2011), Malaysia (2013), China (2015) dan Ethiopia (2017) dengan tema “Memastikan air yang andal dan tangguh dan sistem energi di dunia dan untuk merangsang Pembangunan Berkelanjutan untuk Semua”, Prancis (2019) dengan tema “The Power of Water in a Sustainable, Interconnected World”, dan Kosta Rika (2021) dengan tema “Sumber Energi Terbarukan Bekerja Bersama di Dunia yang Saling Terhubung”.

Di Kosta Rika, konferensi virtual WHC menghadirkan pembicara terkenal, termasuk tiga mantan perdana menteri (Tony Blair, Helen Clark, dan Malcolm Turnbull), Presiden Kosta Rika, Sekretaris Energi Amerika Serikat, dan Direktur Eksekutif Badan Badan Energi Internasional. dan Presiden COP26, Menteri, CEO, dan Pemimpin Masyarakat Sipil.

IHA adalah asosiasi nirlaba, yang anggotanya berkomitmen untuk pengembangan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga air yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Anggota IHA meliputi pemilik dan operator PLTA utama, pengembang, perancang, pemasok, dan konsultan yang beroperasi di lebih dari 120 negara.

Arifin juga menyampaikan apresiasinya kepada IHA atas partisipasinya dalam pengembangan PLTA secara global. “IHA memiliki komunitas dan keahlian dalam program modernisasi, mulai dari perbaikan dan penggantian komponen hingga penerapan teknologi inovatif, yang diperlukan untuk memperpanjang umur generator dan memelihara atau bahkan meningkatkan produksi PLTA,” kata Arifin.

Eddy juga menyambut baik apresiasi pemerintah Indonesia atas berjalannya WHC pada Oktober 2023. “Saya berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan PLN atas keramahan dan dukungannya terhadap acara WHC ini,” ujarnya.

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …