Habib Hussein Jakfar memuji deklarasi perdamaian agama

NanjombangNews – Habib Hussein Jakfar memuji deklarasi perdamaian agama

Timisendonesia, Jakarta – Jalan Sehat untuk Kerukunan dan Deklarasi Damai Umat Beragama yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) diapresiasi oleh Habib Hussain Jakfar.

Dalam kegiatan Pawai Sehat Untuk Kerukunan dan Deklarasi Damai Umat Beragama, rangkaian Hari Amal Ke-77 Kementerian Agama RI (HAB), Habib Hussain Jakfar mengatakan perbedaan adalah realitas bangsa Indonesia.

iklan

Masyarakat bangsa ini memiliki berbagai macam agama, ras, bahasa dan berbagai hal lainnya. Pada Sabtu (14/1/2023), Habib Hussein Jakfar di kantor Kementerian Agama Jakarta mengatakan bahwa inilah yang disebut dengan keberagaman dan anugerah dari Tuhan.

Sebagai influencer Indonesia, Habib Hussain Jakfar yang turut serta dalam Pawai Harmoni Sehat yang dicanangkan oleh Kementerian Agama mengatakan, sudah menjadi tugasnya untuk membangun kerukunan di tengah keberagaman dan tidak membiarkan perbedaan menjadi perpecahan.

“Karena kita berbeda, kalau terpisah jadi sampah, tapi kalau bersatu jadi alat untuk membersihkan sampah. Ibarat sapu. Kalau dipisahkan jadi sampah,” jelas Habib Hossein Jakfar bersama lainnya. pemuka agama yang hadir di kantor pusat Kementerian Agama, dan ketika bersatu menjadi alat untuk membersihkan sampah.

“Kami berharap kerukunan tetap terjaga di antara kita. Karena kerukunan adalah Indonesia,” ujar Habib Hussain Jaffer.

Hal senada disampaikan oleh influencer Frans Nicolas yang juga hadir dalam Healthy Harmony Walk. Frans Nicolas mengungkapkan, acara seperti ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat komitmen toleransi. Terutama dalam menyambut tahun politik. Saya harap acara ini akan memperkuat komitmen kami untuk pelestarian dan persatuan, ”kata France Nicolas.

Frans Nicolas menjelaskan bahwa berbeda adalah hal yang indah dan salah satu anugerah terbesar Tuhan untuk Indonesia. “Perbedaan adalah aset.” Frans Nicolas menjelaskan bahwa cara menunjukkan kasih Tuhan adalah dengan mencintai ciptaan-Nya.

“Kami berharap keharmonisan dan perdamaian akan terus ada. Karena kami rendah hati untuk tidak melihat diri kami sebagai yang paling benar,” pungkas France Nicolas.

Seperti disebutkan di atas, pembacaan Deklarasi Damai Beragama dipimpin oleh ustadz yang juga berpengaruh di Indonesia, Habib Husain Jafar al-Hadar.

Dalam pengumuman tersebut, para tokoh agama bersama ASN di Kementerian Agama yang hadir menegaskan kembali komitmennya untuk tidak menggunakan rumah ibadah sebagai tempat kampanye dan kegiatan politik praktis.

“Kami berkomitmen untuk tidak menjadikan rumah ibadah sebagai tempat kampanye atau kegiatan politik praktis yang dilarang undang-undang pemilu,” demikian salah satu butir deklarasi yang dibacakan Habib Hussain Jakfar di halaman kantor Kementerian Agama. Agama di Jakarta pada hari Sabtu. (14/1/2023).

Komitmen untuk menegaskan komitmen patriotik, untuk mempromosikan moderasi beragama, dan untuk menghindari segala bentuk kebencian juga ditekankan dalam deklarasi tersebut.

Pembacaan Deklarasi Damai Beragama diapresiasi oleh altruis Indonesia, Olga Lydia. Menurutnya, pengumuman ini memberikan pesan yang sangat kuat tentang pentingnya saling berbuat baik dan terus menjaga perdamaian.

“Semua yang baik ada di dalam agama. Jangan sampai agama digunakan untuk kejahatan, menyebarkan dan menyebarkan kebencian. Agama sebenarnya mendidik umatnya dengan cinta dan mengagungkan Tuhan yang sangat baik kepada kita. Tuhan mengajarkan kita kebaikan dan ingin kita berbuat baik, ” kata Olga Lidia.

Olga Lydia mengatakannya pada acara Jalan Sehat untuk Kerukunan dan Deklarasi Damai Umat Beragama yang diselenggarakan Kementerian Agama RI.

**) Ikuti berita terbaru kali Indonesia di dalam berita Google

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …