Amazing Bangdam Jaya memperingatkan bahwa stagnasi dan politik akan membayangi 2023

NanjombangNews – Bangdam Jaya memperingatkan bahwa stagnasi dan politik akan membayangi 2023

Panglima Komando Daerah Militer (Bangdam Jaya) Mayjen Untung Bodharto mengatakan stagnasi ekonomi, radikalisme, dan politik akan menjadi tantangan yang dihadapi ibu kota pada 2023.

Menurut Untung dalam pertemuan dengan para camat Rukun Warga Timur di Jakarta, tahun 2023 bukanlah tahun yang menguntungkan secara ekonomi karena ada ancaman resesi ekonomi yang mau tidak mau membutuhkan kerja sama semua pihak untuk menghadapinya.

“Dalam menghadapi resesi, kita harus bahu-membahu. Bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri, yang terpenting adalah membiarkan anak cucu kita menjadi lebih baik dari apa yang kita miliki sekarang,” kata Untung di Jakarta International Sirkuit, Jakarta Timur. Sabtu.

Untuk menghadapi resesi ekonomi, kesederhanaan adalah suatu keharusan, kata Bangdam Jaya. “Harus diberi contoh sederhana. Kalau kita berkomitmen menanam cabai dan bawang merah di rumah, saya yakin meski nilainya kecil akan menjadi trigger bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Heru minta para ketua RW se-Jaktim tingkatkan pengamanan jelang KTT ASEAN

Untung juga mengingatkan para pimpinan RW untuk mencegah potensi konflik kepentingan yang bisa terjadi pada 2023 karena sudah memasuki tahun politik.

“Kita sekarang juga menghadapi tahun politik 2023, dan kita menghadapi tahun politik. Artinya, bisa saja terjadi konflik kepentingan berdasarkan keyakinan masing-masing individu untuk memilih calon pemimpin atau partai yang akan dipilih. ,” dia berkata. tidak fleksibel.

Peran Kabid Literasi adalah membantu terciptanya pengamanan, sirkulasi, dan sosialisasi program-program terkait pemilu yang dapat dilakukan pada tingkat literasi. “Ini untuk mencegah bentrok di tingkat RW,” kata Untung.

Selain tahun politik, Untung juga mengingatkan ketua RW akan bahaya penyebaran paham ekstremisme. Dia meminta para pimpinan RW untuk bekerja sama mencegah meluasnya paham ekstremisme.

“Hadirin sekalian, saya minta sekali lagi agar masalah ekstremisme ini diberantas di tempat Anda,” katanya.

Baca Juga: Polres Jaksel bentuk 580 RW Polsek bantu pengamanan kawasan

Ia menyatakan bahwa karakteristik orang yang cenderung ekstremisme adalah menggunakan narasi agama, menjelekkan pemerintah, dan memperkenalkan ideologi kekhalifahan.

“Saya ingin menyampaikan ciri-ciri pertama yang selalu dia gunakan dari narasi agama untuk mendekati Anda,” katanya.

Kedua, dalam benak mereka mengatakan bahwa ajaran dan pelajaran yang mereka terima adalah yang paling benar, lalu mereka membeberkan pemerintah. Berbagai narasi digunakan, pada akhirnya mereka mengatakan bahwa negara kita tidak Islami dan itu mengarah pada apa yang disebut pembubaran, yaitu khilafah, kata Untung.

Untung meminta para ketua RW untuk memberikan informasi kepada warganya mengenai ciri-ciri seseorang yang memiliki tanda-tanda radikalisasi. Dia menekankan bahwa menjaga kedaulatan negara adalah tanggung jawab bersama.

“Ini yang harus kita cegah bersama, ini tanggung jawab kita masing-masing. Tanggung jawab ini berat, tapi saya minta bersifat sosial,” ujarnya.

“Jika ada indikasi seperti itu, saya minta Anda berbicara dengan hati-hati untuk tidak menyebarkan ajaran ini,” katanya.

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …