Sejumlah partai politik di Sumsel kesulitan merekrut caleg potensial, dan pengurus partai membeberkan alasannya.

NanjombangNews – Sejumlah partai politik di Sumsel kesulitan merekrut caleg potensial, dan pengurus partai membeberkan alasannya.

SRIPOKU.COM, Palembang – Parpol di Sumsel kesulitan mengangkat calon anggota legislatif (bakaleg) bukan hanya persoalan.

Sejumlah parpol pun tak menampik, jika kuota masih belum lengkap, saat ini parpol harus bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat, khususnya DPRD kabupaten/kota.

Disampaikan Musi Rawas Utara (Muratara) Musi Rawas Utara (Muratara) DPD Wakil Presiden Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (PAN), proses seleksi saat ini baru mencapai 60 persen dari persyaratan.

Pada Jumat (13/1/2023), Asanady mengatakan, “Pendaftaran Sarjana Muda telah dibuka, dan pendaftar tidak cukup banyak.”

Menurut Asanady, hanya sekitar 60 persen dari Bacaleg yang direkrut adalah mayoritas kader PAN itu sendiri, tak dipungkiri bahkan pihak luar yang merupakan pensiunan pejabat atau tokoh masyarakat pun telah terdaftar sebagai Bacaleg PAN.

“Saya rasa sulit untuk merekrut Bacaleg, awalnya dengan situasi politik saat ini, ada kesan transaksional di masyarakat, dan ada ketakutan Bacaleg akan membutuhkan uang sebanyak itu, sehingga middle-caps akan memilih untuk berhenti. ”

Untuk mengatasi hal itu, strategi yang ditempuh pemerintah PAN adalah dengan merekrut pejabat atau mantan kepala desa, mengingat banyak di antara mereka yang berminat mencalonkan diri.

“Nah, setelah diangkat oleh Direksi, DPD, DPC dan cabang baru dimasukkan sebagai Bacaleg. Sedangkan untuk keterwakilan perempuan 30 persen, saya kira akan terpenuhi saat mendaftar di KPU,” ujarnya.

Asanady menjelaskan, jumlah Bacalij yang dibutuhkan DPRD di Moratara sendiri sebanyak 25 buah, dengan tersedia 4 daerah pemilihan (Dapil), dan PAN optimistis nantinya akan mencapai hasil yang maksimal.

“Target kita minimal satu kursi di setiap dapil, dan saya kira target itu realistis mengingat pada Pemilu 2014, PAN pernah meraih satu kursi pimpinan di Moratara dengan tiga kursi di DPRD,” kata Asanady sembari saat ini hanya memegang satu kursi, di DPRD saat ini dimiliki oleh PAN.

Hal senada diungkapkan DPC Gerindra Kabupaten Banyuasin yang masih bekerja keras merekrut orang menjadi Bacaleg DPRD Banyuasin periode 2024-2029 dari Gerindra.

Sekretaris DPC Gerindra Banyuasin Nur Ismailuddin menjelaskan kesulitan mencari caleg di dapilnya. Terutama untuk mengisi kuota perempuan. Namun sejauh ini kuota sudah terpenuhi.

“Ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Yang pertama biaya atau uang. Selain itu, meski masih di MK, sistem proporsional tertutup. Tapi membuat masyarakat lebih malas, tapi kalau terbuka masih ada peluang. .” “.

Ia menambahkan, Wakil Ketua DPRD Banyuasin menilai selama ini terlalu banyak masyarakat yang memilih sosok di Pileg 2024 ketimbang partai. Jadi meskipun demikian, seolah-olah masyarakat sedang memilih kucing dalam karung.

“Jadi kami sangat berharap sistem yang digunakan relatif terbuka,” tutupnya.

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …