Peringati Hari Amal Ke-77, Bupati Tegal Omi Aziza Ingatkan Perlunya Menjaga Kerukunan Antar Umat

NanjombangNews – Peringati Hari Amal Ke-77, Bupati Tegal Omi Aziza Ingatkan Perlunya Menjaga Kerukunan Antar Umat

TRIBUNJATENG.COMSlawi – Sebanyak 7.777 orang berpakaian adat Indonesia hadir dalam upacara peringatan Hari Bhakti Ke-77 Kementerian Agama RI (Keminagh) RI.

Tak terkecuali Bupati Tegal Omi Azizah yang mengenakan kebaya saat memimpin upacara di kantor Pemkab Tegal beberapa waktu lalu.

Menurut Umi, saat membacakan pernyataan Menteri Agama RI Yaqut Sholi Qamas, peringatan HAB merupakan penanda sejarah panjang dedikasi Kemenag dalam melayani seluruh umat beragama di Indonesia.

Dengan dorongan tersebut, ia juga mengajak seluruh Pegawai Negeri Sipil (ASN) di lingkungan Kementerian Agama untuk meningkatkan pengabdian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kini Kemenag telah melihat perubahan dalam kerja birokrasinya menjadi lebih fleksibel dan responsif. Apalagi Kemenag telah menerapkan beberapa inovasi digital dalam upaya meningkatkan kualitas dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Omi. , dalam keterangan yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (13/1/2023).

Sesuai dengan tema hajatan, kerukunan antarmanusia bagi bangsa Indonesia adalah hal yang luar biasa, lanjut Omi, dan kerukunan merupakan prasyarat pembangunan nasional karena pembangunan memerlukan stabilitas yang dapat dicapai jika masyarakat hidup rukun dan damai.

“Kerukunan di negeri ini sangat fluktuatif dan dinamis. Kerukunan sering diuji di kalangan anak bangsa, terutama menjelang pemilu 2024.”

Terkait hal tersebut, Omi mengatakan bahwa pada tahun politik 2023 kemungkinan terjadi disharmoni masyarakat akibat perbedaan pilihan politik.

Apalagi, lanjutnya, para politisi yang mengeksploitasi aspek agama akan semakin gencar, dan hal itu sering dilakukan untuk mencapai efek elektoral.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengantisipasi dan melakukan mitigasi menjelang pemilu agar kerukunan antar umat beragama tidak ternodai oleh tindakan para politisi yang mempolitisasi tempat ibadah dan menonjolkan politik identitas.

“Kita semua harus belajar dari apa yang terjadi di bekas Partai Demokrat, di mana masyarakat terbelah dan dampaknya masih terasa hingga saat ini, terutama di media sosial,” kata Omi.

Lebih lanjut, Omi meminta keluarga besar Kemenag, tokoh agama, dan tokoh masyarakat berdiri di garda terdepan dalam memajukan dan membangun suasana rukun dan damai, agar euforia pemilu mendatang dapat dinikmati sebagai demokrasi yang sebenarnya. merasa.

“Semangat kerukunan antarumat beragama harus dikobarkan oleh seluruh ASN di Kemenag, untuk itu saya imbau agar tidak ada pegawai Kemenag yang bersaing memperebutkan partai di pemilu, apalagi melakukan provokasi di tengah keberagaman. pilihan orang.”

Omi menekankan, Asosiasi Muslim Amerika untuk Kementerian Agama harus menjadi simpul kerukunan dan persaudaraan. Karena menurutnya, kerukunan umat akan menuju Indonesia yang hebat.

“Mari kita gunakan momentum ini untuk meningkatkan kekakuan organisasi dan kita harus berada dalam barisan Kementerian Agama yang kuat, solid, dan tertib untuk melayani masyarakat dengan lebih baik lagi,” kata Omi.

Sehubungan dengan momentum tersebut, Pemkab Tegal melakukan hibah tanah wakaf kepada Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Thalang, dan KUA di Kecamatan Dokohwaru, ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal.

Peserta upacara peringatan HAB adalah ASN dan non-ASN yang disponsori oleh Kemenag, seperti guru TK Al Azfal, SD, SMP, SMA, dan pegawai Kemenag Kabupaten Tegal.

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …