Wow Vonis Nihil, Ini Alasan Hakim Tak Hukum Mati Benny Tjokrosaputro dalam Kasus Asabri

NanjombangNews – Vonis Nihil, Ini Alasan Hakim Tak Hukum Mati Benny Tjokrosaputro dalam Kasus Asabri

Nan Jombang News – hakim Pengadilan Tipikor korupsi Favorit Jakarta Tidak menerima hukuman mati terhadap Benny Tjokrosaputro sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi Manajemen Uang PT. Asabri (Persero) dan pencucian uang atas permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta juga menolak hukuman mati terhadap terdakwa lain dalam kasus yang sama, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Hiro Hidayat. Hakim menjatuhkan vonis nol kepada Benny Tjokrusaputru dan Hiro Hidayat.

“Majelis hakim berbeda pendapat dengan Jaksa Penuntut Umum terkait penjatuhan pidana mati terhadap terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim Ignatius Eko Purwanto dari Pengadilan Tipicort Jakarta, Kamis (12/1), dilansir Antara.

2 dari 3 halaman

Alasan hakim tidak memvonis mati Benny Tjokrusaputro

Majelis hakim yang terdiri dari Ignatius Eko Purwanto, Saifuddin Zuhri, Teguh Santoso, Ali Mukhtarom dan Muliyono Doi Purianto memutuskan Benny Tjokrosaputro terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang, namun majelis hakim tidak dapat memvonisnya dengan hukuman mati.

Hakim Ignatius mengatakan, “Jaksa Penuntut Umum melanggar asas penuntutan karena menuntut di luar pasal yang dibebankan padanya.”

Alasan kedua, karena Jaksa Penuntut Umum tidak menetapkan syarat-syarat tertentu penggunaan dana yang dilakukan terdakwa ketika melakukan tindak pidana korupsi.

Alasan ketiga, berdasarkan fakta, Benny Tjokruardoyo dianggap melakukan tindak pidana korupsi pada saat negara dalam keadaan aman.

“Keempat, tidak terbukti bahwa terdakwa telah berulang kali melakukan tindak pidana korupsi, sehingga mempunyai dasar hukum untuk membatalkan gugatan mati yang diajukan oleh Penuntut Umum atas dakwaannya,” ujar hakim.

Apalagi pidana mati diatur dalam Pasal 2 Ayat 2 UU No. 31 Tahun 1999 diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan syarat pidana mati dijatuhkan sebagai penghapusan tindak pidana. korupsi pada saat negara dalam keadaan bahaya menurut undang-undang yang berlaku, yaitu pada saat terjadi bencana alam nasional, berulang kali terjadi tindak pidana korupsi, dan pada saat negara mengalami krisis ekonomi dan moneter.

Dia mengatakan bahwa “tuntutan hukuman mati bersifat opsional, yaitu tidak ada paksaan untuk menjatuhkan hukuman mati.”

3 dari 3 halaman

Benny Tjokorosaputro divonis penjara seumur hidup dalam kasus korupsi Jewasraya

Benny Tjokrusaputru juga divonis penjara seumur hidup pada 16 Oktober 2020 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Jakarta dan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap. Benny Tjokrusaputro divonis penjara seumur hidup terkait kasus korupsi Jiwasraya.

Namun majelis hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum bahwa Benny Tjokrosaputro telah terbukti secara sah dan meyakinkan dalam dakwaan pendahuluan pertama dan kedua yaitu Pasal 2 Ayat (1) Ju Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU tidak. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Irak Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Di persidangan, dinyatakan bahwa terdakwa Benny Tjokrosaputro dinyatakan bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyertaan korupsi sebagaimana dalam dakwaan pendahuluan pertama dan pencucian uang sebagaimana dalam dakwaan pendahuluan kedua. Terdakwa tidak dijatuhi hukuman nol.” hakim.

Selain itu, Beni Tjokrusaputro diperintahkan untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 5,733 triliun, dengan mempertimbangkan barang bukti yang disita dari Beni Tjokrusaputro berupa 1.069 bidang tanah dan bangunan yang dirampas untuk kepentingan negara. Jaksa Penuntut Umum dan Benny Tjokrosaputro menyatakan bahwa mereka memikirkan hukuman ini selama 7 hari.

(MDK/Generasi)

Baca juga:
Kasus Asabri, Vonis Benny Tjokrusaputro Nihil dan Harus Bayar Rp 5,733 Triliun
Teddy Tjokrosaputro divonis 12 tahun penjara karena korupsi geng
5 skandal korupsi terbesar di Indonesia, 4 di antaranya terungkap di era Jokowi
Kasus Korupsi Asabri, Kejaksaan Periksa Direktur PT Freeport Indonesia
Banding disetujui, hukuman dua mantan direktur utama Asabri dikurangi 5 dan 2 tahun penjara
Kasus Korupsi Asbari, Kejaksaan Sita Rp 20 Miliar Milik Tersangka di Jamsostek
Cerita Prabowo, kaget saat kasus korupsi Asabari diangkat jadi menteri pertahanan

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …