Wow Kemenparekraf dan Kemendikbudristek menerima penghargaan dari UI

NanjombangNews – Kemenparekraf dan Kemendikbudristek menerima penghargaan dari UI

Memuat…

UI mengapresiasi Kemendikbud dan Kemenparekraf atas kontribusinya pada program Kedaireka, Foto/Humas UI.

Menyetorkan Universitas Indonesia (UI) memberikan penghargaan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadim Anwar Makarim sebagai penggagas program Kedaireka. Kedua kementerian tersebut dinilai turut menyukseskan Dana Pendamping Kedaireka.

UI dan Kemenparekraf sukses mengimplementasikan Program Pengembangan Desa Wisata Dewi Kelas Dunia dengan menerapkan Hygiene, Health, Safety and Environment (CHSE) serta mitigasi bencana.

“Melalui Program Dana Pendamping Kedaireka, UI khususnya dosen K3 FKM UI dapat bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengembangkan desa wisata kelas dunia melalui pelaksanaan CHSE dan mitigasi bencana.Kegiatan ini merupakan bagian dari aplikasi MBKM yang dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa S1, S2 dan S3, serta alumni dan praktisi dari berbagai fakultas dan lintas disiplin, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam berbagai inovasi dan teknologi CHSE dan mitigasi bencana. yang merupakan masterpiece dari kolaborasi ini” UI Center, Depok, Rabu (11/1/2023).

Baca Juga: Email Aktivasi Akun SNPMB Tidak Diterima? Lakukan tiga hal ini

Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi CHSE dan risiko bencana serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa wisata melalui penerapan karya kreatif dosen, lulusan dan mahasiswa bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kegiatan yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini dapat dikonversi menjadi 20 satuan kredit semester (SKS) bagi mahasiswa yang mengikutinya.

Kedaireka UI-Kemenparekraf terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan identifikasi risiko dan mitigasi bencana CHSE yang dilakukan di 58 desa wisata. Kegiatan validasi lapangan untuk pelatihan CHSE dan mitigasi bencana juga dilakukan di delapan provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat.

Dalam kegiatan ini dilakukan analisis dampak bencana di lima lokasi wisata, selain penerapan manajemen krisis dan tata kelola destinasi di beberapa daerah. Selain itu, 20 modul dan 20 video e-learning saat ini tersedia di platform Edurisk. UI dan Kemenparekraf juga meluncurkan Sistem Informasi Desa Wisata (SideWita), DeWita Panic Button dan DeWita VTTX yang dapat diakses masyarakat Indonesia.

“Pariwisata merupakan salah satu sektor yang mendukung percepatan perekonomian pascapandemi Covid-19. Hal ini karena pariwisata mendorong mobilisasi masyarakat ke daerah lain. Diharapkan desa wisata yang dijalankan oleh UI dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, akan menjadi penggerak ekonomi dan pemulihan kegiatan pariwisata pascapandemi.Program KEDRICA dari Kemendikbud menciptakan sinergi yang mudah antara universitas dan mitra dalam satu platform.”

Sandiaga mengatakan, peningkatan mobilitas masyarakat terjadi karena penanganan wabah yang hati-hati di Indonesia. Pada tahun 2022, pariwisata Indonesia mengalami pemulihan yang lebih cepat, dan peningkatan yang lebih kuat. Namun, potensi wisata Indonesia berbanding lurus dengan alam dan budayanya. Indonesia memiliki wisata yang indah serta potensi bencana yang tinggi. Untuk itu diperlukan langkah mitigasi dan solusi konkrit yang dapat berkolaborasi bersama.

Baca Juga: IPB sukses memfasilitasi 115 startup, persentase tertinggi di antara universitas lain

“Kami memberikan pelatihan CHSE (Hygiene, Health, Safety and Environment) dan saat gempa kemarin saya mendapat kabar dari kepala desa bahwa hanya ada kerusakan ringan di pintu gerbang wisata dan tidak ada korban jiwa. kesiapan ini dengan Universitas Indonesia (UI) yang menghimpun mahasiswa dan peneliti terbaik yang tak terhitung jumlahnya untuk meningkatkan ketahanan destinasi pariwisata di Indonesia.”

Sementara itu, Pelt. Nizam, Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan pergeseran pendidikan tinggi yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sering disalahartikan sebagai kualifikasi profesi pendidikan tinggi berorientasi kerja jangka pendek. dari pendidikan. Menurutnya, transformasi ini justru merupakan perkawinan antara ranah pendidikan dan ranah kehidupan. “Kampus harus memahami apa yang dibutuhkan masyarakat hilir dan hilir,” ujarnya.

“Refining artinya merancang dari awal untuk penelitian dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sedangkan generalisasi bekerja langsung untuk membantu masyarakat, misalnya di bidang kesehatan, pemberdayaan dan pengelolaan lingkungan. Dosen dan mahasiswa harus bisa merancang program-program tersebut. sehingga aliansi di bidang kendaraan listrik dapat dipercepat, kelautan, pertanian, pendidikan, sosial, ekonomi dan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi bersama untuk memajukan masyarakat dan bangsa ini.” Sistem.

(nz)

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …