Venna Melinda mengungkap pemicu kecemburuan Ferry Irawan

NanjombangNews – Venna Melinda mengungkap pemicu kecemburuan Ferry Irawan

Polda Jatim menyatakan Phiri Irawan sebagai tersangka kasus KDRT.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Seorang terduga korban kekerasan dalam rumah tangga, Veena Melinda, mengungkapkan bahwa keputusannya kembali ke dunia politik menjadi salah satu motif kecemburuan suaminya Phiri Irawan. Fina menuturkan, dalam tiga bulan terakhir, setelah memutuskan kembali ke dunia politik, kecemburuan suaminya semakin memuncak. Memang tak jarang kecemburuan suaminya berubah menjadi kekerasan.

“Sebenarnya dalam tiga bulan terakhir saya memutuskan untuk kembali ke politik. Di sinilah saya cemburu,” kata Vina usai diperiksa lebih lanjut di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (12/1).

Vena mencontohkan saat menghubungi DPD Presiden Perindo di kabupaten tempatnya mencalonkan diri sebagai caleg. Ketua DPD Perindo yang bersangkutan sudah menyebutkan. Saat itu, lanjut Fina, Phiri mengaku tidak mengetahui statusnya sebagai istri.

“Seperti saya panggil ketua Sosial Demokrat yang laki-laki. Kabarnya saya tidak tahu statusnya sebagai istri. Harusnya saya (Peri) yang telepon. Tapi saya selalu bilang tidak mungkin karena ini dapil saya. jadi saya lebih tahu bagaimana mengkoordinasikan struktur partai saya. Itulah alasan di balik Apa yang terjadi pada 8 Januari 2023″.

Fina Melinda juga menyatakan akan melanjutkan pencalonannya sebagai caleg potensial anggota DRC melalui partai Perindo, di Dabil Kediri dan sekitarnya. “Insya Allah (pencalonan berlanjut),” kata Fina.

Kepala Humas Polda Jatim Kombes Pol. Dermanto mengungkapkan, penyidik ​​Ditreskrimum Polda Jatim menaikkan status Ferry Irawan dari saksi menjadi tersangka kasus dugaan KDRT terhadap istrinya, Venna Melinda. Pasal yang diduga adalah Pasal 44 dan 45 UU No 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga.

“Hukuman maksimal lima tahun penjara,” kata Dermanto di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis.

Dermato pun membeberkan kenapa dirinya mencurigai dua zat itu terhadap Ferry Irawan. Pasalnya, dalam kasus ini ditemukan adanya dugaan kekerasan fisik dan psikis terhadap korban, Vina Melinda.

Namun, saat ditanya apakah yang bersangkutan akan ditahan, Dirmato belum bisa memastikan dan diminta menunggu keputusan dari penyidik. “Kami akan menunggu (apakah yang bersangkutan ditangkap atau tidak),” ujarnya.

Dermanto menambahkan, penyidik ​​akan segera mengirimkan surat panggilan kepada Phiri Irawan untuk kembali menjalani pemeriksaan pada Senin, 16 Januari 2023. Dermanto berharap Phiri Irawan kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik.

“Kami berharap pihak terkait bisa bekerja sama dalam melaksanakan panggilan penyidik,” ujarnya.

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …