Pentingnya belajar bahasa Inggris di era globalisasi bagi anak-anak di Panti Asuhan Al-Washliyya

NanjombangNews – Pentingnya belajar bahasa Inggris di era globalisasi bagi anak-anak di Panti Asuhan Al-Washliyya

JournalPost.com – Lisa Avilia Suryani (190902022) adalah mahasiswi jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara dan sedang melakukan kegiatan praktikum kedua di Panti Asuhan Universitas Washiliya Kecamatan Lubbock Bakam Kabupaten Deli Serdang. Latihan praktek kedua ini berlangsung selama 2-3 bulan didampingi oleh pengurus panti dan pengawas sekolah yaitu Bapak Hosni Thamrin, S.S.S.B.

Menjadi mahasiswa tidak hanya belajar melalui hal-hal akademik saja, tetapi lingkungan sekitar juga banyak memberikan pembelajaran untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.

Hal inilah yang membuat Lisa, mahasiswi kesejahteraan sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU, magang di panti asuhan untuk berbagi dan mengaplikasikan ilmu untuk membuat perbedaan bagi anak-anak panti asuhan yang masih awam dalam belajar bahasa Inggris. Bahasa Inggris bukan hanya bahasa asing yang tidak perlu kita pelajari. Namun, bahasa Inggris merupakan bahasa kedua yang digunakan di dunia, terutama di era globalisasi saat ini. Era globalisasi saat ini menuntut kita untuk terus bergerak maju dan mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa harus lebih mengenal bahasa Inggris.
Saat melaksanakan latihan praktek ini, di bulan pertama, hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta izin kepada pengurus panti dan dilanjutkan dengan mengenalkan kepada adik-adik yang ada di panti. Setelah perkenalan dilakukan, belajar sambil bermain juga dilakukan untuk membangun keakraban dengan anak-anak panti asuhan ini.
Di bulan kedua, Lisa melakukan kegiatan belajar sambil mewarnai untuk melatih kreativitasnya dan pengenalan dasar bahasa Inggris. Setelah itu, Lisa juga melakukan kegiatan wajib yaitu menempelkan stiker bertemakan kata-kata baik kepada orang lain.

Pada bulan ketiga aplikasi pelatihan praktik, Lisa memiliki kegiatan wajib, yaitu membuat proyek kecil untuk 6 anak di panti asuhan dengan melakukan intervensi berupa pengenalan dasar-dasar bahasa Inggris dan menyoroti pentingnya bahasa Inggris pada saat ini. Era globalisasi. Anak-anak panti asuhan ini masih belum terbiasa belajar bahasa Inggris karena mereka tidak belajar bahasa Inggris di sekolah. Oleh karena itu, Lisa sangat termotivasi untuk memberikan Learn English Basics sekedar untuk mengenal dan mengetahui bahwa Bahasa Inggris sangat penting bagi generasi bangsa di era modern saat ini.

Dalam upaya mencapai tujuan mini project, terdapat beberapa tahapan yang menggunakan metode studi kasus melalui tahapan intervensi umum. Tahapannya adalah:

1) Perikatan, penyerapan dan kontrak
Pada tahap ini, pekerja sosial membangun hubungan dengan klien, pendekatan, dan kepercayaan. Pekerja sosial kemudian mengadakan kontrak berupa kesepakatan dengan klien untuk memberikan informasi dan mengikuti semua langkah yang diberikan oleh pekerja sosial. Pada tahap ini, Lisa memperkenalkan para pekerja sosial dan menyusun kurikulum dan kontrak dengan klien berjumlah 6 orang yang kemudian akan melalui proses pemecahan masalah.

2) Peringkat
Evaluasi adalah tahap penggalian informasi tentang apa yang terjadi pada klien. Pada titik ini, pekerja sosial harus memahami latar belakang klien, masalah yang dialaminya, alasan masalah yang terjadi dan kemungkinan apa yang dapat dilakukan klien untuk menyelesaikan masalah klien. Tahap ini berisi pernyataan masalah, penilaian kepribadian, analisis situasi, perumusan dan penilaian integratif. Pada tahap ini, Lisa melakukan penilaian untuk mengetahui isu atau masalah apa yang dimiliki klien untuk tahap selanjutnya.

3) perencanaan / perencanaan
Pada tahap ini, pekerja sosial dan klien mendiskusikan solusi dari masalah yang dihadapi klien. Pada tahap ini pekerja sosial merencanakan strategi, teknik dan metode yang dapat diterapkan klien sesuai dengan kemampuannya untuk mencapai tujuan akhir yang diharapkan. Pada kesempatan ini, Liza menyediakan program untuk memperkenalkan bahasa Inggris dengan menggunakan teknologi terkini seperti video ilustrasi dan melakukan karya kreatif lainnya.

4) gangguan
Pada tahap ini, pekerja sosial klien melakukan kegiatan yang direncanakan sesuai dengan metode yang telah dirancang dan disepakati, dan pekerja sosial terus mendampingi klien dalam setiap prosesnya.

5) Evaluasi
Tahapan ini merupakan tahapan evaluasi atau review terhadap program yang telah dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan atau permasalahan apa saja yang terjadi selama pelaksanaan program.

6) Pemutusan
Tahapan ini merupakan tahapan terakhir yang dilaksanakan untuk mengakhiri proses pelayanan yang diberikan oleh pekerja sosial kepada klien dan memutuskan hubungan antara pekerja sosial dengan klien sesuai kesepakatan.

Di akhir praktikum, klien menunjukkan perubahan dengan menjadi akrab dengan dasar-dasar aspek bahasa Inggris yang mudah diingat. Setelah perubahan anak-anak di panti asuhan, Lisa meminta izin kepada pengurus panti asuhan untuk berhenti ikut campur dan berpamitan kepada anak-anak tersebut.

Check Also

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan kesinambungan keuangan haji

NanjombangNews – Biaya Haji Rp 69 Juta, Komite Haji Nasional: Peningkatan biaya untuk kemanfaatan dan …