Mantap Mengharapkan Kemiskinan Jatuh – Utara Nomor Satu

NanjombangNews – Mengharapkan Kemiskinan Jatuh – Utara Nomor Satu

Tanjung Redp, Nomor Satu di Utara – Angka kemiskinan di Kabupaten Berau diperkirakan akan menurun sepanjang tahun 2022. Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi, penurunan angka kemiskinan dipengaruhi sejumlah faktor. Seperti pemulihan sektor bisnis yang sebelumnya terpuruk akibat COVID-19, serta kebijakan pemulihan ekonomi nasional.

“Khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah sudah dibuka kembali. Saya kira angka kemiskinan bisa turun,” kata Iswahudi kepada Deswai Berau, Rabu (11/1/2023).

Namun diakui Iswahyudi, secara statistik belum ada pernyataan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Berau.

Misalnya, angka kemiskinan di Birau pada 2021 naik menjadi 5,88 persen dari sebelumnya 5,19 persen. Peningkatan itu dari tahun 2020 karena pandemi.

Tahun 2020-2021 merupakan periode terparah wabah sehingga sebagian besar aktivitas masyarakat terhenti. Akibatnya banyak pelaku usaha yang tidak bekerja sehingga menimbulkan dampak ekonomi.

Saat ini perekonomian masyarakat di Kabupaten Berau mulai pulih sejalan dengan Kebijakan Pelonggaran Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Secara keseluruhan, pandemi COVID-19 berdampak pada semua sektor, kata Iswedi. Termasuk sektor pertambangan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Berau. Ketika kran ekspor ditutup, banyak perusahaan pertambangan gulung tikar sementara.

“Meski pergerakannya tidak terlalu besar dan saat ini operasional juga sudah kembali normal, karena sektor pertambangan diminati secara global,” jelasnya. Namun, Iswahyudi enggan memprediksi penurunan angka kemiskinan tersebut.

“Beda dengan daerah lain seperti Jawa yang pendapatannya sangat bergantung pada sektor pariwisata,” ujarnya.

Namun, angka kemiskinan tidak boleh turun karena banyaknya pengangguran terbuka di Kabupaten Berau. didominasi oleh pendatang yang tidak memiliki pekerjaan.

“Sejauh ini baru bisa terbaca jelas, agak sulit terbaca karena data tahun 2022 belum dipublikasikan secara statistik,” ujarnya.

Dijelaskannya, yang menentukan bidang kemiskinan adalah statistik. Sedangkan Dinas Sosial Berau menampung masyarakat sasaran yang ingin mendapatkan bantuan. Baik melalui dana APBN maupun APBD. Bantuan ini juga tergantung pada kemampuan anggaran pemerintah.

“Jumlah bantuan untuk difabel tidak persis sama dengan angka kemiskinan,” jelasnya.

Dia mencontohkan seperti membantu masyarakat miskin karena dampak inflasi. Penerima manfaat terus bertambah dari sekitar 5.000 warga menjadi 7.000 warga.

Ia mengatakan, lingkungan dengan jumlah masyarakat kurang mampu terbesar berada di wilayah pesisir. Yakni Kelay hingga kawasan Segah. Namun demikian, jumlah penduduk miskin di Tanjung Redip juga banyak, namun persentasenya lebih rendah dibandingkan daerah lain karena jumlah penduduknya lebih besar.

“Semua lingkungan ada orang miskin. Yang perlu lebih diperhatikan adalah wilayah pesisir dan pulau, termasuk al-Muhajirun.”

Iswahyudi berharap pemerintah desa selalu mengupdate data melalui aplikasi yang disediakan. Sehingga bantuan yang diberikan oleh pemerintah tepat sasaran. (IZA)

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …