Mantap DPUBM Kabupaten Malang menyelesaikan pembangunan Jembatan Duwet Krajan

NanjombangNews – DPUBM Kabupaten Malang menyelesaikan pembangunan Jembatan Duwet Krajan

Pj. Ketua DPUBM Kabupaten Malang Suwignyo. [cahyono/Bhirawa]

Kabupaten Malang, Bhairawa.

Dinas Pekerjaan Umum Jalan Raya (DPUBM) Pemerintah Kabupaten Malang (Pimcap) mulai memperbaiki kerusakan jembatan penghubung desa dan kecamatan di Kabupaten Malang satu per satu.

Salah satunya adalah jembatan yang terletak di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Lokalitas. Pasalnya, sebelumnya jembatan itu terputus akibat tersapu derasnya air sungai, Desember 2021 lalu.

Sehingga dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut langsung diresmikan oleh Wali Kota Malang HM Sanusi. Hal itu disambut baik oleh masyarakat setempat, karena selama jembatan belum rampung, aktivitas masyarakat, terutama kendaraan roda empat sebagai pengangkut hasil pertanian, terganggu.

“Pembangunan jembatan di Desa Duyet Karajan menghabiskan anggaran Rp 2,3 miliar. Pembangunan jembatan baru selesai akhir Desember 2022, namun baru dibuka penggunaannya oleh Gubernur Malang pada 11 Januari lalu. 2023. Pengerjaan jembatan memakan waktu 7 bulan, sejak dibangun pada Mei Kamis (12/1) Pj Ketua DPUBM Kabupaten Malang Suwignyo kepada wartawan, “.

Menurutnya, lebar jembatan 6 meter, panjang 20 meter, dan tinggi 12 meter dari sungai. Sementara itu, jembatan tersebut memiliki spesifikasi lebih panjang dan lebar dari jembatan sebelumnya, yakni hanya memiliki panjang 15 meter dan lebar 5 meter.

Selama jembatan dipisahkan, jalan di Dusun Duet Krajan ditutup total. Sehingga masyarakat harus memutar sekitar 15 kilometer, yakni melalui Desa Tulus Besar atau Desa Gubugklakah.

“Dengan selesainya pembangunan jembatan, masyarakat setempat menyambut baik. Karena sudah setahun kegiatan mereka terganggu, terutama mengangkut hasil pertanian dengan menggunakan kendaraan roda empat.”

Dia menjelaskan, rusaknya jembatan penghubung desa-desa di Kabupaten Malang, selain karena bencana alam, juga karena faktor usia jembatan yang sudah tua. Bahkan, ada beberapa jembatan yang usianya sudah puluhan tahun.

Karena jembatan merupakan pelabuhan yang menghubungkan desa-desa induk, jika jembatan rusak, masyarakat biasanya bergotong royong membangun sementara secara mandiri. Untuk membangun jembatan yang rusak, DPUBM akan membangunnya secara bertahap, karena dikaitkan dengan anggaran yang dialokasikan.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan yang rusak atau hancur akibat bencana juga menjadi solusi untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat, yang tentunya akan mempermudah akses transportasi sehingga lebih efektif dan efisien.

Hal ini akan memudahkan gerak dan aktivitas masyarakat desa dan sekitarnya, yang juga dapat membawa manfaat positif bagi masyarakat. Begitu pula dengan selesainya pembangunan jembatan di Desa Duet Krajan, akses ekonomi masyarakat sudah kembali normal, bahkan semakin lancar.

Dalam kesempatan itu, Suwignyo juga menjelaskan jembatan yang diperbaiki akan memudahkan masyarakat mulai dari distribusi barang dan jasa ke sektor ekonomi lainnya. Sehingga juga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dia juga meminta agar jembatan yang di bawahnya ada sungai tidak digunakan untuk cipratan air. Karena sampah akan memperlambat aliran sungai dan mempercepat erosi pada pembangunan jembatan.

“Saya berharap masyarakat juga bisa menjaga kebersihan di sekitar jembatan,” pungkasnya. [cyn.gat]

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …