Amazing Untuk keluar dari negara berpenghasilan menengah, Sri Mulyani menjelaskan caranya

NanjombangNews – Untuk keluar dari negara berpenghasilan menengah, Sri Mulyani menjelaskan caranya

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, tidak ada negara yang berpendapatan tinggi jika infrastrukturnya kurang berkembang.

Barsanko Berbagai langkah Indonesia untuk keluar dari negara berpenghasilan menengah dan menjadi negara berpenghasilan tinggi melalui berbagai reformasi kelembagaan dan politik.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Minkyo) Sri Mulyani Indrawati saat menerima kunjungan Mahasiswa Pascasarjana Harvard, Amerika Serikat (AS) dalam Singapore-Indonesia Trip Activity 2023.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan tersebut menyampaikan pentingnya reformasi kelembagaan dan politik. Namun, untuk mencapai hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian lebih.

“Misalnya perbaikan dari sisi sumber daya manusia (SDM), reformasi birokrasi, transformasi ekonomi, implementasi kebijakan fiskal yang baik, dan pembangunan infrastruktur,” tambahnya.

Menurut Sri Mulyani, tidak ada negara yang berpendapatan tinggi jika infrastrukturnya kurang berkembang. Namun, ada tantangan yang signifikan untuk mereformasi infrastruktur negara karena Indonesia adalah negara besar dengan geografi kepulauan.

“Kita harus memastikan konektivitas tidak hanya di pulau-pulau besar tapi juga di pulau-pulau kecil. Jadi dalam hal ini bicara infrastruktur tidak semudah membangun jalan tol. Kita harus bicara konektivitas termasuk pelabuhan, bandara, dan internet.

Sri Mulyani menambahkan, dalam konteks kebijakan fiskal, anggaran merupakan alat yang sangat penting, yang saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan media sosial.

“Kebijakan pemerintah sangat penting untuk dikomunikasikan dengan baik kepada publik untuk meningkatkan kepercayaan publik.Komunikasi ini juga harus dibangun dengan cara yang sangat transparan dan akuntabel.”

Sri Mulyani menambahkan, jika ada iman dan amanah, maka ada stabilitas. Jadi ini yang saya sebut reformasi yang bukan sekedar merancang kebijakan yang tepat tapi bagaimana menjelaskan dan mempresentasikannya ke publik dan terutama efisiensi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Ia melanjutkan, “Selain itu, penerapan disiplin keuangan dan reformasi kelembagaan struktural juga sangat penting, termasuk menghilangkan praktik korupsi, dan meningkatkan kinerja menjadi lebih transparan dan akuntabel, meski harus melalui proses yang sangat panjang dan tidak mudah.” ..

Namun di sisi lain, Sri Mulyani juga mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang relatif baik dalam menghadapi pandemi Covid dan menikmati ledakan komoditas ketika situasi geopolitik mengancam. Selain itu, Indonesia juga meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam menghadapi krisis iklim.

“Ini yang dilakukan Indonesia, tidak selalu mudah, tapi reformasi sebenarnya salah satu hal yang paling penting, bahkan di masa pandemi, Indonesia banyak melakukan reformasi,” ujarnya.

Sementara itu, bentuk reformasi lainnya dilakukan dalam bentuk reformasi perpajakan, reformasi sektor keuangan, dan peningkatan kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Ini adalah perbaikan yang berkelanjutan. Dan lagi, mereformasi infrastruktur demokrasi, sumber daya manusia, institusi, kebijakan dan sistem tidak selalu mudah. Tapi kami di dalamnya dan kami membuat kemajuan yang baik di atasnya.” [Luk]

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …