Amazing Hingga akhir tahun 2022, laju pertumbuhan ekonomi Kalsel sebesar 5,59%.

NanjombangNews – Hingga akhir tahun 2022, laju pertumbuhan ekonomi Kalsel sebesar 5,59%.

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Di penghujung tahun 2022, kondisi perekonomian nasional dan Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan keadaan optimis meski masih waspada.

Hal ini membuktikan bahwa kerja keras APBN selama ini berhasil melindungi masyarakat dan perekonomian dari berbagai goncangan dan ketidakpastian.

#Baca Juga: Pemprov Kalsel gelar rakor persiapan Sidang Majelis Guru ke-18 pada 26 Januari di Teluk Selong Martapura

#Baca Juga: Begini cara Pemprov Kalsel menekan angka pengangguran terbuka di Panwa

#Baca Juga: Pemprov Kalsel siapkan masyarakat HST dengan pelatihan Desa Siaga Bencana

#Baca Juga: Pemprov Kalsel siapkan 3 rencana aksi besar penguatan PR 2023

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalsel, Sulaymaniyah mengatakan, selama tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Kalsel menunjukkan angka yang sangat menggembirakan.

Pencapaian pertumbuhan ekonomi hingga akhir triwulan III tahun 2022 menunjukkan laju pertumbuhan sebesar 5,59% (secara tahunan), yang terutama didorong oleh sektor pertambangan dan penggalian yang sedikit lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,72% dalam periode yang sama.

“Keberhasilan pemulihan ekonomi Kalsel pada 2022 juga terlihat dari penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 6,49 persen pada Agustus tahun lalu menjadi 5,86 persen pada Agustus 2022,” ujar Sulaymaniyah, Banjarmasin, Rabu (12/12). ). / 2023)).

Sulaymaniyah menyebutkan, angka kemiskinan di Kalsel juga menurun dari 26,5 juta jiwa (9,71 persen) pada September 2021 menjadi 26,2 juta jiwa (9,54 persen) pada Maret 2022.

Beberapa indikator lain yang menunjukkan keberhasilan pencapaian pembangunan daerah di Kalsel adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selama enam tahun terakhir ke posisi 2022 sebesar 71,84.

Dari rasio enam tahun berturut-turut, trennya membaik dengan posisi akhir 2022 dari 0,317 dari tahun sebelumnya 0,330. Demikian pula dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang meningkat selama enam tahun berturut-turut dengan posisi akhir tahun 2022 dari 71,92 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 71,03.

“Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang baik di tahun 2023, koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter tetap perlu dilakukan, terutama di tahun 2023, masih menghadapi ketidakpastian perekonomian global yang dapat berdampak pada peningkatan inflasi yang dapat menurunkan daya beli masyarakat. dan kesejahteraan.

Pada tahun 2023, tingkat inflasi diharapkan dapat kembali ke target optimal 3+1 persen dan 2,5+1 persen pada tahun 2024. Hal ini dapat dicapai melalui sinergi yang erat sehingga subsidi energi pemerintah, kenaikan suku bunga perbankan Indonesia yang terukur, stabilitas rupiah, koordinasi TPID dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Sulaymaniyah mengatakan, perekonomian daerah Kalsel diperkirakan tetap optimis pada 2023 mengingat harga komoditas ekspor batu bara akan terus menguat sebagai sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di Kalsel, meski harga minyak sawit akan cenderung naik. ke atas. menurun.

“Ini juga karena kuatnya kapasitas ekonomi negara-negara tujuan ekspor batu bara Kalsel, antara lain China, India, Jepang, dan Korea Selatan,” kata Sulaymaniyah.(*/kalimantanlive.com)

Editor: NMD
Sumber: diskominfomc.kalselprov.go.id

Check Also

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

Amazing Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023

NanjombangNews – Bandara Arab Saudi menerima jemaah, mulai 21 Mei 2023 IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas …