Natal adalah perayaan membangun iman, peradaban masyarakat yang murah hati – Kariba Toraja

NanjombangNews – Natal adalah perayaan membangun iman, peradaban masyarakat yang murah hati – Kariba Toraja

“… mereka pulang dengan cara lain” (Matius 2:12)

Cahaya bintang pagi menjadi navigator yang menuntun langkah orang bijak. Mereka berjalan bermil-mil. Tantangan, rintangan, kesulitan dan penderitaan mewarnai efeknya. Terkadang cahaya bintang redup, berpendar, atau hilang dalam kabut tebal. Ada saatnya mereka ingin menyerah dan kembali ke negara asalnya. Ada kalanya mereka ragu dan bimbang. Di lain waktu, mereka tersesat. Namun kerinduan hati yang terdalam untuk penemuan diri tetap mendorong untuk terus maju. Cahaya dari atas menjadi harapan mencari Juruselamat. Orang Majus sepakat dalam tekad mereka untuk terus mencari Emmanuel. Semua pengorbanan, kesabaran, dan kesetiaan mereka memuncak dalam pertemuan yang penuh kasih dan kegembiraan dengan bayi kecil yang terbaring begitu manis di dalam palungan. Setelah bersujud dan memberikan hadiah yang murah hati kepada Raja Damai, “…mereka kembali ke negerinya dengan mengikuti jalan lain” (Matius 2:12). Kisah pencarian Orang Majus dari Timur untuk mencari Yesus Sang Juru Selamat di Bethlehem seperti yang diceritakan oleh Penginjil Matius menjadi tema Natal KWI dan PGI 2022 tahun ini. frasa “…mereka kembali ke negaranya untuk mengambil jalan lain” Menjadi sarana renungan bagi kita untuk memaknai Natal 2022 selain menjadi harapan dan kegembiraan dalam menyambut tahun baru 2023.

Pada tahun 2009 saya mengunjungi kota suci Yerusalem di Israel untuk pertama kalinya. Kami memasuki Israel melalui sungai Yordan. Di awal perjalanan, kami mengunjungi Gunung Nebo tempat Musa memandang ke Tanah Perjanjian. Kami turun dari Gunung Nebo ke Lembah Yordan. Sepanjang jalan, saya melihat gurun yang tandus dan kering. Gumamku dalam hati, “Berkilo-kilo jauhnya aku meninggalkan tanah air Indonesia dan datang ke sini hanya untuk menyaksikan gurun tandus!” Namun ketika mereka sampai di dataran rendah Lembah Yordan, mereka menemukan bahwa daerah itu sangat subur, hijau, dan indah. Berbagai macam tumbuhan dan tumbuhan tumbuh sangat subur dan hijau. Gumamku dalam hati, “Pekerjaan Tuhan sungguh luar biasa. Di tengah padang pasir yang gersang dan gersang ini, ternyata ada sebuah oasis hijau yang indah mempesona. Tiba-tiba, Ayala, seorang Israel yang menemani perjalanan kami, berseru, “Lihatlah lembah hijau yang indah itu. Ini adalah Tanah Perjanjian, yang dikatakan dalam Alkitab sebagai tanah yang berlimpah dengan susu dan madu! Kemudian dia menambahkan, “Tanah ini akan menjadi tanah yang mengalirkan susu dan madu jika kita bekerja keras. Tetapi jika kita bermalas-malasan, tanah ini akan tetap menjadi hutan belantara yang tandus dan kering!” . Kata-kata ini sangat nyata. Memang dimanapun kita berada, termasuk Toraja, adalah tanah yang dijanjikan “kaya susu dan madu” asal kita mau “bekerja keras” membangunnya.

Perjalanan kami selanjutnya adalah mengunjungi kota suci Yerusalem. Dari sana kami menuju ke Betlehem dan melanjutkan perjalanan ke Padang Gembala. Di lapangan gembala saya bisa melihat kota kecil Bethlehem yang cantik di kejauhan. Pemandangan yang indah ini seolah-olah mengulangi kisah mulia di mana para gembala berkumpul dan malaikat Tuhan berseru, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Lukas 2:11 ). Kenangan ini tampak begitu indah bagi saya karena mengingatkan kembali kenangan indah ribuan tahun yang lalu ketika para gembala menerima kabar baik tentang kelahiran Juruselamat. Dua momen spesial ziarah rohani ke Tanah Suci kala itu menjadi kenangan terindah dalam setiap perayaan Natal. Pertama, pengharapan di Tanah Perjanjian, sebagai berkah dari Tuhan, merupakan panggilan bagi setiap orang untuk mengolah tanah ini dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab. Kedua, kabar baik tentang kelahiran Juruselamat sebagai sumber kegembiraan dan kegembiraan sejati.

Ziarah spiritual ke Tanah Suci Israel kini menggemakan kisah pencarian orang Majus sebagai cara untuk merenungkan makna perayaan Natal tahun ini. Sama seperti orang bijak dari Timur yang tak kenal lelah dalam situasi sulit dan kelam dalam pencarian Juruselamat, demikian pula kita orang beriman dipanggil untuk terus menikmati kegembiraan dan harapan saat melakukan perjalanan ziarah di dunia ini. Orang Majus dari Timur adalah individu yang kuat dan pemberani. Mereka berani mengatasi segala rintangan dan menemukan secercah harapan. Cahaya ini menjadi kekuatan untuk menemukan makna terdalam dari tujuan hidup ini, perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus. Sebagai orang beriman, kita menghadapi berbagai tantangan, hambatan, dan pengalaman dalam perjalanan hidup ini. Cahaya harapan, sejak kelahiran Yesus Kristus di Betlehem, menjadi kekuatan kita dalam membangun peradaban cinta kasih publik di tengah berbagai tindak kekerasan dan ketidakadilan. Kita terpanggil untuk menjadi mercusuar kebaikan dalam menjalin kerukunan di tengah tindakan intoleransi. Kami juga berusaha untuk menjadi pembawa pesan kebenaran dan kejujuran di dunia yang penuh dengan praktik manipulatif dan korup. Kita harus berada di garda terdepan menyebarkan kebenaran dan kejujuran dalam pusaran kebohongan dan berbagai berita hasutan. Kami mengasosiasikan pilihan politik etis dalam menyambut Partai Demokrat berikutnya. Kita pun terpanggil untuk menggemakan pertobatan lingkungan di tengah kerusakan lingkungan yang masif. Tekad dan harapan untuk terus berjuang membangun, melestarikan, dan memelihara peradaban yang baik adalah buah dari pencarian makna hidup yang sebenarnya seperti yang diwacanakan oleh orang-orang bijak dari Timur. Maka perayaan Natal tahun ini merupakan kesempatan terbaik untuk menyatukan peradaban masyarakat yang bermartabat, penuh kedamaian dan penuh semangat persaudaraan. Selamat Natal 2022 dan Selamat Tahun Baru 2023!

Penulis: Pendeta Aidan Putra Seddik
Pastor Paroki Keuskupan Makassar
Lulus dari Universitas Kepausan Urbana, Roma, Italia.

Check Also

FIFA mengumumkan nominasi FIFA Best Football Awards 2022 |  Republica Online

FIFA mengumumkan nominasi FIFA Best Football Awards 2022 | Republica Online

NanjombangNews – FIFA mengumumkan nominasi FIFA Best Football Awards 2022 | Republica Online Piala Asia …